Aksi Kekecewaan Forum Wartawan Persib di Launching Persib 2020

Aksi Kekecewaan Forum Wartawan Persib di Launching Persib 2020
Foto: Forum Wartawan Persib
Aksi Kekecewaan Forum Wartawan Persib di Launching Persib 2020

INILAH, Bandung - Wartawan peliput Persib Bandung, baik cetak, online, radio hingga TV secara serentak melakukan aksi boikot acara launching Maung Bandung yang digelar di Harris Hotel and Conventions Festival Citylink Bandung, Jalan Peta, Kota Bandung, Selasa (25/2/2020).

Dengan mengatasnamakan Forum Wartawan Persib, mereka kecewa dengan sikap PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) terutama di bagian media ofisial yang membatasi kinerja wartawan. 

Berawal pada musim 2018 lalu, secara sepihak bagian media ofisial PT PBB hanya memperbolehkan wartawan melakukan sesi wawancara dengan satu pelatih dan dua pemain. 

Di musim 2019, aturan semakin ketat dengan tidak memperbolehkan wartawan mengambil gambar diatas tribun saat pertandingan Persib Bandung. Namun larangan itu ternyata hanya berlaku untuk wartawan, sedangkan media sosial masih memiliki kebebasan.

Di musim 2020, bagian media ofisial PT PBB semakin lebih memperketat akses wartawan. Terhitung pada 7 Februari, akses latihan dan uji tanding hanya bisa dilakukan 15 menit awal kegiatan. 

Selain itu, wartawan juga hanya diperkenankan untuk melakukan wawancara setiap harinya dengan satu pelatih dan satu pemain yang akan dikoordinasikan oleh tim media ofisial. 

Tak hanya itu, wartawan juga tidak diperkenankan menyalahkangunakan gambar hasil latihan di akun media sosial pribadi atau yang bukan peruntukan aksesnya. 

Puncaknya, wartawan mendapatkan undangan via surel. Dalam surel tersebut tidak ada regulasi mengenai peliputan. 

Namun H-1 launching, media ofisial PT PBB tiba-tiba melakukan larangan khususnya kepada wartawan TV untuk tidak mengambil gambar saat gelaran acara, baik secara live maupun record dengan alasan eksklusifitas.  

Keputusan ini membuat seluruh wartawan, tak hanya TV merasa kebebasannya sudah direbut. Karena itu, mereka melakukan aksi untuk mengembalikan ID acara launching Persib musim 2020. 

Perwakilan Forum Wartawan Persib, Endra Kusumah mengatakan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan pada media ofisial PT PBB. 

"Tentu aksi ini karena awalnya ada pembatasan dari PT PBB yang tidak memberikan keleluasaan terhadap kita untuk berkreasi. Sekarang ada launching, kita juga ada tuntutan untuk meliput juga. Tapi karena kita ingin menjadikan ini lebih baik, maka kita ambil sikap untuk tidak meliput launching Persib," ujar Endra. 

Endra akui, media ofisial PT PBB sempat melakukan klarifikasi dengan memperbolehkan seluruh wartawan termasuk TV melakukan pengambilan gambar. Namun tidak diperkenankan melakukan live termasuk di media sosial pribadi. 

"Kita bukan anak kecil yang dikasih permen lalu diam begitu saja. Liga ini kan masih panjang. Kalau ada pelarangan pun harus ada hitam diatas putih. Ada kepastian hukum juga dan dipertanggung jawabkan," tegasnya. 

Karena itu, saat ini Endra beserta rekan-rekan wartawan peliput Persib lainnya hanya menunggu pertanggung jawaban PT PBB terutama untuk pemberi keputusan yang membatasi akses wartawan dalam bekerja. 

"Jadi jangan hanya larang-larang tapi harus ada kejelasan dan bisa dipertanggungjawabkan," ujar Endra. (Muhammad Ginanjar)