Wabah Corona Berdampak pada Objek Wisata Bandung Selatan

Wabah Corona Berdampak pada Objek Wisata Bandung Selatan
Ilustrasi/Dani R Nugraha

INILAH,Bandung- Wabah virus corona atau corvid 19 yang merebak di Kota Wuhan Tiongkok, berpengaruh terhadap  menurunnya kunjungan wisatawan asal negeri tirai bambu itu ke berbagai objek wisata di Bandung Selatan.

Hal tersebut diakui oleh General Manager Glamping Lake Side Situ Patengang, Endang Suherman, dampak penyebaran virus corona menyebakan penurunan wisatawan dari luar negeri sekitar 30 persen.

"Rata rata kunjungan wisatawan ke tempat kami perbulannya sekitar 9000 an. Nah sejak sebulan terakhir ini turun sekitar 6000 an, wisatawan mancanegaranya 30 persennya adalah wisatawan mancanegara dan sebagian besar dari Tiongkok," kata Endang, Selasa (25/2/2020).

Biasanya, kata Endang, wisatawan asal Tiongkok datang rombongan dan menginap di tempat tersebut. Namun sejak merebaknya wabah virus corona sejak sekitar sebulan terakhir ini, pengunjung asal Tiongkok menurun hingga hampir tidak ada.

Mungkin, kata dia, calon wisatawan dari Tiongkok banyak yang membatalkan rencana kunjungannya. Selain itu adanya pencegahan pada warga negara asing (WNA) asal Tiongkok ke beberapa negara termasuk Indonesia. 

"Memang wisatawan mancanegara yang ke sini kebanyakan dari tiongkok. Setelah ada corona otomatis terjadi penurunan, kan ada pembatasan juga kunjungan dari sana ke Indonesia. Tapi sebenarnya, kalau kunjungan wisatawan asing dari negara lainnya seperti Malaysia, Singapura dan beberapa negara lainnya masih tetap ada," ujarnya.

Selain pengaruh wabah corona, lanjut Endang, penurunan kunjungan juga dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi. Dengan isu banjir yang selalu terjadi dibeberapa daerah di Bandung Selatan juga sangat berpengaruh terhadap aktivitas pariwisata di Bandung Selatan. Padahal, isu banjir sama sekali tidak sepenuhnya benar, karena daerah wisata Bandung Selatan tidak terkena banjir dan tetap aman untuk dikunjungi wisatawan. 

"Bukan hanya ke Glamping Lake Side, tapi saya komunikasi dengan objek wisata lain di Bandung selatan, kondisinya sama," ujarnya.

Meski terjadi penurunan, lanjut Endang, pihaknya tidak mengalami kerugian yang signifikan. Mengingat objek wisata yang dikelolanya tidak hanya menjual keindahan alam saja. Melainkan juga menyediakan wahana lain serta penginapan yang hingga saat ini masih menjadi primadona objek wisata di Bandung Selatan.

"Kami harus terus berinovasi agar pengunjung tidak bosan dengan membuat wahana baru. Dengan begitu penurunan pengunjung seperti sekarang ini terjadi dampaknya tidak terlalu signifikan," katanya. (rd dani r nugraha).