Rasionalisasi KJA Waduk demi Citarum Harum

Rasionalisasi KJA Waduk demi Citarum Harum
ilustrasi

Rasionalisasi KJA Waduk demi Citarum Harum

INILAH, Purwakarta – Puluhan ribu keramba jaring apung rencananya akan ditertibkan dari sejumlah waduk di Purwakarta. Tak sekadar menertibkan, pemerintah “merelokasi” jadi perikanan darat berbasis budidaya.

 

Langkah ini diambil sebagai salah satu langkah rehabilitasi Sungai Citarum. Keramba jaring apung dianggap selama ini sebagai salah satu gangguan terhadap program penyelamatan sungai terbesar di Jawa Barat itu.

 

Rasionalisasi jumlah KJA itu dilakukan di di tiga waduk yang ada di wilayah Kabupaten Purwakarta. Ketiganya yakni Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur (Kaskade).

 

“Berdasarkan surat keputusan Gubernur Jawa Barat, rasionalisasi jumlah KJA ini di angka 11.300 unit. Itu di Waduk Jatiluhur saja. Saat ini masih ada sekitar 38 ribu KJA,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Purwakarta, Buddy Supriyadi di Purwakarta, Selasa (25/2).

 

Sedangkan, sambung dia, untuk KJA di Waduk Cirata, pihaknya bersama pemerintahan Kabupaten Bandung Barat dan Cianjur harus bisa menekan jumlah KJA menjadi 7.200 dari yang tadinya 98 ribu.

 

Aturan tersebut, berdasarkan SK Gubernur. Jadi, kalau kaitan rasionalisasi berkaitan pula dengan program Citarum Harum. Dan sekarang kami lagi proses pendataan untuk mencari solusi pengganti profesi mereka (petani KJA), jelas dia.

 

Dalam merumuskan solusi untuk mengganti profesi petambak KJA ini, pihaknya akan menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Purwakarta serta PJT II dan PJB Cirata.

 

Bisa saja nanti mereka (petani KJA) bekerja atau mengelola ikan di darat dalam bentuk kelompok seperti perikanan berbasis budidaya. Namun, itu belum jadi alternatif utama. Solusi itu masih kami bahas,” katanya. (asep mulyana/ing)