(Sikap Kami) Gandeng Tangan di Citarum

(Sikap Kami) Gandeng Tangan di Citarum

TAK bisa tidak, menyelamatkan Citarum mutlak harus dilakukan bersama-sama. Tak cukup hanya Satgas Citarum Harum, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, melainkan juga warga.

Sebab apa? Citarum rusak selama ini bukan hanya soal lingkungannya. Tapi, titik-titik kerusakan juga terjadi pada infrastrukturnya. Karena itu, jika semua elemen tak bergandengan tangan, maka menyelamatkan Citarum itu hanya akan jadi slogan mimpi.

Peristiwa kecil ini bisa jadi ilustrasi. Di Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, Karawang, warganya bergotong royong. Mereka menambah tanggul Citarum yang bocor. Mereka menutupnya pakai karung goni.

Kalau itu bocor, tentu akan menghadirkan ancaman yang berbahaya. Karawang adalah wilayah hilir Citarum. Bayangkan, sungai yang mengalirkan air dari 21 anak sungai sepanjang 300 kilometer itu bisa menenggelamkan kawasan itu.

Itu sebabnya, kita berpandangan, rehabilitasi Citarum adalah pekerjaan yang luar biasa besarnya. Penghijauan dan segala langkah memperbaiki lingkungan Citarum hanyalah salah satu penanggulangan. Tapi tak kalah pentingnya adalah memeriksa secara utuh infrastruktur sepanjang 300 kilometer itu.

Kita, tentu memberikan apresiasi yang tinggi, terhadap warga-warga yang melakukan inisiatif berbuat apapun yang positif terhadap Citarum. Itulah bentuk kepedulian warga, tak hanya untuk sekitarnya, tapi juga demi Jawa Barat secara keseluruhan.

Sebab, sekali lagi kita sampaikan, betapapun besarnya sumber daya manusia pemerintah, seberapa banyak sumber daya finansialnya, tanpa keterlibatan masyarakat, rehabilitasi Citarum takkan membuahkan hasil sempurna.

Untunglah, sebagian masyarakat Jabar menunjukkan kepedulian terhadap itu. Merehabilitasi Citarum dari sisi lingkungan dan menambal-nambal kerusakan infrastrukturnya.

Kita sudah melihat, misalnya, gerakan penanaman kembali di wilayah hulu dan bantaran Citarum diikuti banyak warga dan masyarakat sosial lainnya. Buat kita, itu peran serta yang membanggakan.

Sekali lagi, dengan setulus hati, kita memberi apresiasi tinggi, siapapun warga Jabar yang peduli terhadap penyelamatan Citarum. Sebab, Citarum adalah bagian dari nafas anak cucu kita nantinya. Harus diselamatkan, tak boleh rusak. (*)