Siapakah HN Exco PSSI Jabar yang Diciduk Satgas Antimafia Bola?

Siapakah HN Exco PSSI Jabar yang Diciduk Satgas Antimafia Bola?

INILAH, Jakarta – Satgas Antimafia Bola meringkus HN, anggota Komite Eksekutif PSSI Jawa Barat. Siapakah HN?

Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Barat saat ini dipimpin Tommy Apriantono. Dia menjadi Ketua Asprov PSSI Jabar periode masa bakti 2017-2021.

Tapi, Tommy tak sendirian mengurus Asprov PSSI Jabar. Saat kepengurusan ini dikukuhkan di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (1812/2017) ada sejumlah orang yang menempati posisi Wakil Ketua Asprov dan Komite Eksekutif. Posisi Wakil Ketua Asprov dijabat Aji M Sugiyar.

Di jajaran Komite Eksekutif, sejumlah nama masuk, termasuk pria yang diciduk Satgas Antimafia Bola itu. Dia ada di antara tujuh orang yang berada di lembaga tersebut.

Adapun jajaran Komite Eksekutif itu terdiri dari Ine Nurillah (Kota Bogor), Deden Hoerudin (Kabupaten Sukabumi), Fathoni Munawar (Kabupaten Cirebon), Rd Heru Purwanto (Kabupaten Bandung), Hikmat Nuristiawan (Kota Sukabumi), Entis Sutisna (Kabupaten Bandung Barat), dan Delif Subeki (Kabupaten Bogor).

Kepengurusan ini sesuai dengan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Asprov PSSI Jabar yang telah digelar di Gedung Asprov PSSI Jabar, Jalan Lodaya, Kota Bandung, Sabtu (11/11/2017) lalu. 

Satgas Antimafia Bola Jilid 3, Rabu (26/2020) mengumumkan berhasil meringkus dua tersangka pengaturan skor pertandingan Liga 3 antara Perses Sumedang versus Persikasi Bekasi.

“Dua tersangka inisial HN salah satu Exco PSSI Jawa Barat dapat kita tangkap dan KM salah satu PNS di Kabupaten Bekasi juga dapat kita amankan,” kata Kepala Satuan Tugas Antimafia Bola Jilid 3 Brigadir Jenderal Hendro Pandowo di Polda Metro Jaya, Rabu (26/2/2020).

Dijelaskan Hendro, dalam perkara pengaturan skor pertandingan Perses Sumedang vs Persikasi Bekasi, Satgas Antimafia bola sudah terlebih dulu meringkus enam orang.

“Berkaitan itu, Satgas Gakkum melakukan penyelidikan penyidikan dan penangkapan pada enam orang, yang kita tahu berinisial DS dan kawan-kawan, DS sebagai wasit utama,” kata Hendro.

Dia mengatakan keenam tersangka ini kini sudah diserahkan kepada pihak kejaksaan untuk menjalani proses pengadilan.

“Tugas penyidikan selesai, berkas kita kirim ke kejaksaan, tahap II kita kirim ke Pengadilan Negeri Sumedang dan saat ini sudah tahap persidangan,” ujarnya.

Hendro mengatakan dengan tertangkapnya dua DPO ini, maka tugas Satgas Antimafia Bola Jilid 2 telah tuntas.

“Tunggakan perkara tuntas dengan tertangkapnya dua DPO ini,” tutur Hendro.