Ini Alasan Umuh Muchtar Mundur dari Jabatan Manajer Persib

Ini Alasan Umuh Muchtar Mundur dari Jabatan Manajer Persib
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. (Muhammad Ginanjar)

INILAH, Bandung - Umuh Muchtar tetap pada pendiriannya untuk melepaskan jabatannya sebagai manajer Persib Bandung. Itu akan terjadi di musim 2020 ini. 

Umuh merasa sudah harus mundur dari jabatan yang telah melekat sejak musim 2019 silam ini, meski pada acara launching Persib 2020 di Harris Hotel and Conventions Festival Citylink Bandung, Jalan Peta, Kota Bandung, Selasa (25/2/2020) malam, masih diperkenalkan sebagai manajer tim. 

"Jadi nanti tidak ada lagi kata saya manajer. Saya Komisaris saja. Meski saya belum bicara sama pak Zaenuri (Komisaris Utama PT PBB), tapi saya harus katakan seperti itu," ungkap Umuh, Rabu (26/2/2020). 

Umuh mengaku keputusan untuk mundur dari manajer tim sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Namun saat itu Direktur Utama PT PBB, Glenn Sugita memintanya untuk bertahan.

"Jadi tahun ini istirahat dulu lah, lihat perkembangan saja. Saya hanya bisa mengawasi. Tapi saya mendoakan Persib juara. Mudah-mudahan di dalam enjoy semua, kompak tidak ada permasalahan, baik pelatih dan lainnya," tuturnya. 

Pria yang akrab disapa Pak Haji ini mengaku kaget ketika namanya masih disebut sebagai manajer tim di acara launching Persib. Sebab awalnya kedatangannya hanya sebagai Komisaris PT PBB. 

"Saya kaget, nama saya masih ada. Apalagi saat sambutan saya ditunjuk. Kemarin saya belum bilang mundur karena didadak suruh kasih sambutan," katanya. 

Umuh pun mendapatkan dukungan dari keluarga agar segera melepas jabatannya sebagai manajer tim. Menurutnya keluarga tak tega melihat Umuh terus mendapatkan kritikan terutama dari Bobotoh.

"Keluarga juga sudah bilang capek karena kan di media sosial suka ngomongin saya, menjelekan saya. Saya juga rencana mau laporkan orang yang telah menghina saya di media sosial," bebernya. 

Umuh akan segera mengumpulkan data dan membuat laporan ke Polda Jabar agar para penghina ini bisa diadili. Sebab kata-katanya sudah menjurus fitnah dan penghinaan.

"Dulu 2013 saya dihujat, tapi saat 2014 saya dengan segala cara memperjuangkan Persib juara. Padahal saya tidak ambil keuntungan di Persib ini," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)