Tingkatkan Kesadaran, Insan BJB Dibekali Pengetahuan Covid-19

Tingkatkan Kesadaran, Insan BJB Dibekali Pengetahuan Covid-19
istimewa

INILAH, Bandung - Guna meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap ancaman virus corona atau Covid-19, BJB membekali seluruh insannya dengan pengetahuan wabah corona. 

Untuk itu, Divisi Human Capital BJB bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung menyelenggarakan forum dengan tema guna mengedukasi kesiapsiagaan BJB menghadapi infeksi Covid-19. 

Forum tersebut diselenggarakan di Aula Lantai 9 Menara BJB, Jalan Naripan, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/2/2020). Dalam forum ini, seluruh insan BJB dibekali pengetahuan tentang berbagai hal terkait Covid-19. Mulai dari sejarah kemunculan, seluk beluk keluarga besar virus, penyebaran, gejala, deteksi hingga cara merespons.

“Pembekalan ini selaras dengan prinsip kehati-hatian yang selalu kami terapkan dalam praktik usaha. Perseroan turut mengaplikasikannya dalam bentuk pembekalan pengetahuan guna mengantisipasi berbagai hal yang dapat mengintervensi dinamika usaha. Diharapkan dengan pembekalan yang diberikan para insan perseroan dapat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari kepanikan yang tak perlu sehingga kondusivitas dapat senantiasa terjaga,” kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary BJB Widi Hartoto.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Bandung Girindra Wardhana menuturkan, Covid-19 berasal dari famili coronavirus yang sebelumnya juga pernah mewabah. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Covid-19 adalah virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

Menurutnya, perkembangan virus ini dimulai pada akhir 2019 lalu. Saat itu, Wuhan Municipal Health Committee mengeluarkan pernyataan pemberitahuan segera tentang pengobatan pneumonia yang penyebabnya tidak diketahui. Pada 9 Januari 2020, kematian pertama akibat corona terkonfirmasi di Tiongkok. Pada 13 Januari, kasus pertama di luar Tiongkok terkonfirmasi di Thailand. Hingga saat ini, perkembangan Covid-19 masih terus menyebar.

Gejala manifestasi klinis Covid-19 ini, ujar Girindra, biasanya muncul dalam dua hingga 14 hari setelah paparan. Gejalanya mencakup demam pada 90% kasus, letih-lemah-lesu dan batuk kering 80%, sesak 20% dan distress pernapasan 15%. Selain itu, biasanya terlihat gambaran perubahan di kedua lapangan paru pada rontgen dada. Tanda vital ini umumnya stabil saat dalam perawatan. Pada kasus yang berat, wabah dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Covid-19 juga memiliki sejumlah klasifikasi pasien, yakni orang dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan, kasus probable, dan kasus konfirmasi. Orang dalam pemantauan adalah seseorang yang mengalami gejala demam lebih dari 38 derajat celcius atau memiliki riwayat demam, ISPA ringan sampai berat yang memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari sebelum timbul gejala.

“Jika mengalami gejala demam, batuk, sesak napas dan baru bepergian dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum sakit, segera berobat ke Puskesmas atau RS terdekat. Berikan informasi kepada dokter dan tenaga kesehatan tentang riwayat perjalanan,” ujar Girindra. (*)