Inilah Hasil Inspeksi DPRD Jabar Terkait Pilkada

Inilah Hasil Inspeksi DPRD Jabar Terkait Pilkada
net

INILAH, Bandung – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) baru saja menuntaskan inspeksinya terhadap delapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota/kabupaten yang akan menghelat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 23 September mendatang.

Ketua Komisi I DPRD Jabar Bedi Budiman mengatakan, secara teknis delapan kota dan kabupaten yakni, Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran dan Kota Depok, sudah dianggap siap untuk menggelar pesta rakyat tersebut.

Kendati demikian, Bedi mengaku masih sedikit khawatir mengenai data Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dia berharap, KPU masing-masing daerah dapat lebih waspada dan teliti untuk menghindari permasalahan yang timbul akibat hal tersebut. Khususnya kepada calon independen, yang menurutnya sangat rawan bermasalah karena DPT.

“Setelah kami berkeliling melihat kesiapan KPU, sesungguhnya tahapan yang ditempuh oleh masing-masing daerah sudah berlangsung baik. Tetapi memang kami tetap meminta mereka untuk waspada, khususnya soal DPT. Sekarang masih dilakukan penanganan. Memang sekarang sudah ada sistem dari KPU Pusat, yang dapat langsung mengetahui jika ada pemilih ganda. Tetapi kami tetap berharap KPU tiap daerah terus waspada dan teliti dalam mempersiapkan segala sesuatunya,” ujar Bedi kepada Inilah Koran, Rabu (26/2/2020).

Bedi melanjutkan, penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) sebelumnya juga dapat menjadi tolok ukur KPU dalam penyelenggaraan Pilkada kali ini. Dia pun mengharapkan, ada peran aktif dari masyarakat untuk menjaga Pilkada agar berjalan tertib dan lancar.

“KPU ini memang sudah sering melakukan Pemilu. Tetapi hal-hal yang sifatnya bikin curiga dan menghambat kayak personil yang kurang, harus dapat diantisipasi oleh KPU. Supaya kejadian seperti sebelumnya bisa dihindari. Kami juga berharap ada peran serta masyarakat dalam memantau Pemilu. Apalagi kan sekarang sudah banyak masyarakat yang peduli, sehingga banyak yang mengawasi. Sehingga kecurangan bisa dihindari. Jadikanlah Pemilu ini berlangsung jujur, tertib, aman dan jangan lupa bergembira, karena ini adalah pesta rakyat. Kami harap bisa sukses, karena hasil dari Pemilu nanti akan menjadi penentuan layanan publik pemerintah lima tahun kedepan,” sambung Bedi.

Sementara itu di sisi lain, terkait infrastrukur kantor KPU Kabupaten Sukabumi, Bedi mengaku pihaknya sudah mengupayakan kepada pemerintah provinsi untuk segera mengupayakan kantor yang layak, demi menjaga kelancaran pelaksanaan Pilkada. Sebab menurutnya, dari hasil inspeksi beberapa waktu lalu, bangunan yang ditempati tidak layak untuk menjalankan aktivitas kantor.

“Temuan spesifik lain dari hasil pantauan kami ketika berkeliling, sekretariat KPU di Sukabumi yang kurang memadai. Mereka meminta kepada kami dan kami sudah sampaikan kepada pemerintah provinsi, supaya mereka (KPU) dapat menggunakan bangunan aset milik provinsi. Kini sedang kami perjuangkan. Mudah-mudahan saja secepatnya mereka bisa dapat bangunan yang lebih baik. Karena kita harus bisa pastikan proses pelaksanaan Pemilu ini bisa berjalan sukses,” tandasnya. (Yuliantono)