Rutan Kelas 1 Bandung Punya 21 Inovasi, Apa Saja?

Rutan Kelas 1 Bandung Punya 21 Inovasi, Apa Saja?
foto: INILAH/Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung- Untuk meraih predikat wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM), ada 21 inovasi yang dicanangkan Rutan Klas 1 Bandung (Kebonwaru) dalam mengimplementasikan resolusi permasyarakatan 2020 oleh Ditjen Pas KemenkumHAM RI. 

2019 Rutan Klas 1 Bandung meraih predikat wilayah bebas dari korupsi (WBK) dari Kemenpan RB, di 2020 Rutan Bandung yang awalnya bernama Kebonwaru ini diusulkan untuk meraih WBBM. 

Kasubsi Umum Rutan Bandung Deni Dasmana menyebutkan, ada 21 inovasi yang diterapkan dalam melaksanakan resolusi permasyarakatan 2020 yang baru saja dicanangkan Ditjen Pas. Salah satunya lebih memaksimalkan pemberian pelayanan kepada masyarakat. 

"Pelayanan kunjungan masyarakat  ke Rutan Bandung telah ditata sedemikian rupa agar para warga masyarakat pengunjung bisa nyaman jika berada dilingkungan Rutan,"  katanya kepada wartawan di Rutan Bandung, Jalan Terusan Jakarta, Kamis (27/2/2020). 

Sarana kunjungan yang kini sedang ditata, di antaranya seperti pembuatan taman luar yang indah dan nyaman, pendaftaran nomor antrean kunjungan melalui online, sarana tempat berkunjung di dalam Rutan, ruang laktasi dan sarana ramah anak.

Selain itu, ada juga program Edupas atau edukasi permasyarakatan. Yakni berupa kunjunhan siswa SMP/SMA dalam rangka edukasi terhadap siswa tentang proses pemidanaan. Sehingga nanti jadi pembelajaran agar menghindari diri tindak pidana, seperti tawuran, narkoba dan tindak pidana lainnya. 

"Kita juga ada pelatihan penindakan huru hara sebagai antisipasi terjadinya kericuhan di rutan kepada para petugas," ujarnya.

Sementata untuk para warga binaan, lanjutnya, pihaknya juga menyediakan Coffe Shop WBP , yakni fasilitas untuk mensosialisasikan kopi hasil karya warga binaan.

Ditambakan Deni, dalam Resolusi Pemasyarakatan ada satu point mengenai over stay. Namun, kini Overstay di Rutan Bandung telah zero. Hingga berita ini diturunkan, jumlah penghuni Rutan Bandung sebanyak, 970 orang warga binaan dan tahanan 458 orang.

"Dari 458 tahanan hingga hari ini tidak ada yang overstay," katanya. (Ahmad Sayuti)