Sektor 7 Satgas Citarum Tetap Fokus Rehabilitasi

Sektor 7 Satgas Citarum Tetap Fokus Rehabilitasi

INILAH, Soreang – Pembangunan taman dan wisata kuliner hanyalah “kembang” rehabilitasi Citarum yang dilakukan Sektor 7 Satgas Citarum Harum. Fokus utama mereka tetap melakukan perbaikan dan rehabilitasi.

 

 

Komandan Sektor (Dansektor) 7, Kolonel Purwadi, menyebutkan rehabilitasi dilakukan terhadap Sungai Citarum dan beberapa daerah anak sungai (DAS)-nya. Sejumlah upaya pun mereka lakukan.

 

 

Purwadi menyebutkan pihaknya melakukan pengerukan dan pelebaran Sungai Citarum di wilayah Kelurahan Pasawahan, Desa Bojongasih, Kecamatan Dayeuhkolot. Lalu, melakukan rehabilitasi sungai di wilayah Baleendah hingga Ketapang. Kawasan ini termasuk wilayah yang rentan mengalami banjir.

 

 

Penanaman akar wangi (vetiver) sebagai tanaman yang punya akar serabut dan bisa menahan erosi, juga terus kami lakukan. Baru-baru ini kami lakukan penanaman bibit vetiver sebanyak 2.000 batang rumpun. Tanaman itu kami tanam di bantaran sungai Citarum dan anak anak sungainya,” kata Purwadi kepada INILAH, Kamis (27/2).

 

 

Disiinggung mengenah curah hujan yang cukup tinggi. Purwadi mengaku sedikit menghadapi kendala dalam pelaksanaan tugas untuk merehabilitasi Sungai Citarum dan anak anak sungainya. Namun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan kegigihan Satgas Citarum Harum untuk terus memperbaiki kerusakan sungai dan anak anak sungainya.

 

 

Kendala kalau musim hujan memang ada, tapi alhamdulilah masih bisa kami hadapi. Kalau sedang pengerukan, kemudian air sedang besar, kami menepi dulu. Kendala apapun akan kami hadapi demi perbaikan lingkungan, katanya.

 

 

Upaya rehabilitasi Sungai Citarum tak hanya dilakukan pada sungainya saja. Program mengubah kebiasaan masyarakat untuk mencintai sungai dan menjadikannya sebagai tempat melakukan berbagai aktivitas pun terus dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum.

 

 

Selain tugas utama itu, Satgas Citarum Harum Sektor 7 pun mencoba menghidupkan suasana di bantaran sungai terpanjang di Jawa Barat. Langkahnya adalah dengan membangun taman sekaligus tempat wisata kuliner untuk masyarakat di sekitar bantaran Sungai Citarum di kawasan Rancamanyar Kecamatan Baleendah.

 

 

Tepian sungai yang semula hanya hamparan tanah kosong dengan ilalang dan sampah, berkat kepiawaian Purwadi, anggotanya, dan masyarakat sekitar, diubah menjadi taman yang cukup menarik perhatian siapa saja yang lewat di Jalan Raya Rancamanyar.

 

 

Tepi sungai yang semula hanya tanah ditumbuhi ilalang, kini berubah. Taman itu paving block berwarna merah. Kemudian, beberapa kursi besi tampak serasi dengan beberapa lampu taman.

 

 

“Sengaja kami membuat taman di tempat ini agar tepian sungai ini dijadikan tempat berkegiatan oleh masyarakat. Agar masyarakat betah dan menjaga kebersihan lingkungannya, termasuk tidak membuang sampah dan mencemari sungai. Dengan dijadikan tempat bermain ini, diharapkan akan tumbuh kecintaan dan rasa memiliki dari masyarakat terhadap sungai dan lingkungannya,” kata Purwadi.

 

 

Menurut Purwadi, di taman yang tepat menghadap ke aliran Sungai Citarum ini, juga dilengkapi dengan saung-saung untuk beristirahat pengujung. Kemudian arena bermain anak pun tersedia untuk memanjakan pengunjung.

 

 

Pengunjung yang ingin berolahraga pun bisa memanfaatkan jogging track. Setelah duduk duduk santai, pengunjung di taman tepi sungai ini juga bisa menikmati berbagai sajian kuliner yang dijual para pedagang di tempat itu. Bahkan, selain kuliner, pengunjung juga bisa berbelanja pakaian dan lainnya.

 

 

“Agar masyarakat pengunjung semakin betah, selain wisata kuliner, kami juga sediakan toilet dan musala. Mereka yang datang ke tempat ini bisa melakukan berbagai aktivitas menyenangkan. Taman ini selain di tepi Citarum depan perumahan Kharisma, kami bangun juga di Desa Rancamanyar dan di Desa Sukamukti Kecamatan Katapang,” ujarnya. (rd dani r nugraha/ing)