Robert Alberts Anggap Suporter Sepak Bola di Indonesia Sudah Mengalami Perbaikan

Robert Alberts Anggap Suporter Sepak Bola di Indonesia Sudah Mengalami Perbaikan
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts merasakan bahwa suporter sepak bola di Indonesia sudah mengalami perubahan kearah yang lebih baik. 

Terbukti di musim 2019 lalu, para suporter masih bisa legawa menerima hasil meski tim kebanggaannya mengalami kekalahan.

"Saya lihat ada perbaikan dari suporter, bisa dilihat suporter bisa datang berbondong-bondong dan mereka paham bahwa sepak bola adalah soal kesenangan dan kebahagiaan dalam mendukung tim," ungkap Robert. 

Bahkan kata Robert, para suporter ini tidak melakukan aksi anarkis, baik di dalam maupun luar lapangan. Sebab tujuannya yakni ingin mendukung tim kesayangannya bertanding. 

"Tujuannya adalah melihat 22 pemain yang bermain. Kalau hanya melihat 11 pemain, itu bukan pertandingan dari saya lihat semakin ada perkembangan dari suporter," katanya.

Ini juga, lanjutnya berlaku untuk suporter fanatik timnya yang akrab disebut Bobotoh. Bahkan secara gamblang, Robert sebut Bobotoh merupakan suporter terbaik di Indonesia. 

"Saya pikir Bobotoh, seperti yang pernah saya katakan berdasar pengalaman datang ke Bandung, bagi saya adalah suporter yang terbaik di negara ini," bebernya. 

Namun, pelatih asal Belanda ini merasa Bobotoh masih perlu diberikan edukasi. Terutama soal perlakuannya yang bisa mengakibatkan kerugian untuk tim. 

"Jika saya pendukung Persib, saya tidak ingin klub ini harus membayar denda tiap pekan karena flare, smoke bomb dan petasan karena itu tidak diperbolehkan. Jadi harus ada edukasi untuk mendukung tim, bukan membiarkan klub membayar denda begitu banyak," katanya.

Hal ini, kata Robert yang membuat Persib harus kembali mengalami kerugian di setiap pertandingannya. Karena penghasilannya harus dikeluarkan untuk membayar denda atau ganti rugi.

"Uang itu seharusnya bisa digunakan untuk memperbaiki fasilitas latihan, maupun membeli pemain baru yang lebih bagus. Jadi suporter harus bisa lebih diedukasi," jelasnya. (Muhammad Ginanjar)