Agen Travel Cirebon Berharap Larangan Umrah Tak Lama

Agen Travel Cirebon Berharap Larangan Umrah Tak Lama
(Antara Foto)

INILAH, Jakarta- Agen travel umrah yang berdomisili di Cirebon, Jawa Barat, berharap larangan sementara kunjungan ke Arab Saudi untuk ibadah umrah tidak terlalu lama, sehingga para jamaah bisa tenang.

"Harapan kami jelas larangan ini secepatnya selesai, karena banyak jamaah yang sudah dijadwalkan untuk ibadah umrah," kata Kepala Cabang PT. Shamira Ali Wisata Dini Group Indonesia, Yuli Nirmala di Cirebon, Jumat.

Yuli menambahkan dengan adanya larangan umrah sementara yang dikeluarkan oleh Kerajaan Arab Saudi, banyak jamaahnya merasa cemas dan terus menanyakan kepadanya.

Namun pihaknya hanya berharap bahwa larangan sementara ini segera selesai dan jamaahnya bisa segera diberangkatkan kembali ke tanah suci.

"Tapi untuk di kami pemberangkatan yang paling dekat ini pada bulan April 2020, namun ada juga jamaah yang khawatir," ujarnya.

Dia menambahkan PT. Shamira Ali Wisata Dini Group Indonesia, pada Kamis (27/2) kemarin juga telah memberangkatkan jamaah umrah.

Dimana keberangkatan para jamaah sendiri sebelum diumumkannya larangan umrah sementara oleh pihak Kerajaan, namun para jamaah transit terlebih dahulu ke Turki selama 12 jam.

"Dan saat masuk Madinah sekitar jam 10 malam waktu setempat, akan tetapi mereka masih bisa masuk untuk menjalankan rangkaian ibadah umrah," sebutnya.

Sementara Direktur agen travel umrah Salam Tour Dede Muharam mengatakan akan menjadwalkan ulang keberangkatan ibadah ke tanah suci setelah adanya larangan sementara dari Kerajaan Arab Saudi.

"Kita akan berupaya menjadwalkan ulang keberangkatan umrah apabila masih diberlakukan penangguhan oleh Kerajaan Arab Saudi," lanjutnya.

Dede mengaku was-was adanya penangguhan sementara pelayanan umrah bagi warga dari luar kerajaan dalam upaya mencegah penyebaran virus COVID-19 baru.

Dia mengatakan untuk Salam Tour sendiri ada sekitar 80 jamaah umrah yang akan berangkat pada tanggal 4 Maret 2020 dan rata-rata mengaku was-was dengan kondisi saat ini.

"Sudah ada beberapa jamaah kami yang bertanya terkait pelarangan sementara ini. Tapi kami pastikan mereka akan berangkat, namun harus rela untuk merubah jadwal keberangkatannya," ujarnya.