Pemkab Bandung Pasrah Soal Penghentian Sementara Perjalanan Umrah

Pemkab Bandung Pasrah Soal Penghentian Sementara Perjalanan Umrah
Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung, Tedy Kusdiana. (Dani R Nugraha)

INILAH,Bandung- Pemerintah Kabupaten Bandung mengaku pasrah dengan adanya kebijakan penghentian sementara perjalanan umroh oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Kebijakan tersebut juga bertujuan baik untuk melindungi masyarakat.

"Itu kan kebijakan pemerintah Arab Saudi untuk melindungi warganya dari wabah virus corona. Sekaligus melindungi kita juga agar tidak datang dulu kesana, jadi yah bersabar saja dulu," kata Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung, Tedy Kusdiana, Jumat (28/2/2020).

Menurut Tedy, sejak kemarin adanya larangan sementara untuk ibadah umroh ke tanah susi Mekah itu. Pihaknya memang belum mengantongi data berapa orang warga Kabupaten Bandung yang diberangkatkan. Namun ia menduga jumlahnya cukup banyak, meningat animo masyarakat Kabupaten Bandung yang mayoritas Muslim tentu memiliki keinginan kuat untuk bisa berziarah ke tanah suci Mekah.

"Data pasti soal berapa jumlah yang batal berangkat dari Kabupaten Bandung belum ada data pasti. Kami akan segera berkoordinasi dengan Kantor Kementrian Agama," ujarnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bandung, Asep Ismail mengatakan hal yang sama. Penghentian sementara perjalanan ibadah umroh itu merupakan kebijakan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Mengenai jumlah warga Kabupaten Bandung yang gagal berangkat umroh, ia tak mengetahui secara pasti. Karena memang selama ini Kantor Kementerian Agama tidak secara langsung mengurusi soal umrah.

"Kami hanya mengeluarkan rekomendasi untuk ke kantor Imigrasi. Jika seseorang yang hendak pergi umroh baik itu perorangan ataupun melalui travel. Soal jumlah calon jamaah yang batal berangkat, saya tidak tahu pasti. Cuma kalau data pemohon rekomendasi dari Januari hingga hari ini jumlahnya sebanyak 998 orang," ujarnya.(rd dani r nugraha).