Lanjutkan Tren Pertumbuhan, BJB Catatkan Laba Bersih Rp1,56 Triliun 

Lanjutkan Tren Pertumbuhan, BJB Catatkan Laba Bersih Rp1,56 Triliun 
istimewa

INILAH, Jakarta - Sepanjang 2019 lalu, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) mencatatkan kinerja positif. Di tengah ketidakpastian situasi perekonomian global yang ditandai dengan perlambatan laju pertumbuhan, perseroan mampu mempertahankan catatan memuaskan. 

Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi mengatakan, hal tersebut dibuktikan dengan raihan laba bersih sebesar Rp1,56 triliun yang dibubuhkan perseroan. Pertumbuhan laba tersebut diikuti penambahan nilai aset yang juga terkatrol dengan total nilai aset yang dimiliki BJB termasuk anak perusahaan tercatat sebesar Rp123,5 triliun atau tumbuh sebesar 2,8% (yoy).
 
Menurutnya, sektor kredit menjadi ujung tombak utama perseroan dalam mendongkrak pendapatan tumbuh 8,7% (yoy) menjadi Rp81,9 triliun. Pertumbuhan total kredit ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di kisaran 6,97%. Kredit konsumer menjadi penyokong utama dengan pertumbuhan 9,4%. Angka kredit macet dan bermasalah (NPL) juga berhasil ditekan pada kisaran 1,58% jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional yang tercatata 2,77%. 

Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perseroan bertumbuh sebesar 2,7% y-o-y menjadi sebesar Rp89,3 triliun. BJB juga berhasil meningkatkan porsi dana murahnya atau Current Account Saving Account (CASA) di level 49,6%.

Dia menuturkan, catatan positif yang dibubuhkan perseroan ini menunjukan kekuatan kinerja perusahaan sepanjang 2019. Hasil positif ini dicatatkan perseroan di tengah fokus pada dorongan terhadap berbagai program peningkatan ekonomi pemerintah dan inovasi pelayanan secara konstan dan gradual demi menyongsong situasi kompetisi ke depan serta seiring dengan keberlanjutan usaha yang konsisten searah dengan program pemerintah pusat maupun daerah menjadikan semakin optimis mendukung laju kinerja perseroan.

“Visi pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan tetap kami jaga, ditengah kondisi perekonomian secara makro yang masih mengalami ketidakpastian, likuiditas yang ketat serta tekanan suku bunga, kami masih dapat menjaga catatan laju pertumbuhan positif,” kata Yuddy dalam Analyst Meeting Full Year 2019 BJB di The Ritz Carlton Pacific Palace, Jakarta (28/2/2020).

Perseroan optimis dan percaya diri menyambut tahun 2020. Terlebih, BJB telah menyusun strategi ekspansi usaha guna menunjang strategi mengakselerasi pertumbuhan sepanjang tahun, salah satunya melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II Obligasi Subordinasi BJB senilai Rp500 miliar. 

Dana yang dihimpun tersebut dapat membantu kebutuhan ekspansi bisnis Perseroan melalui permodalan tier 2. Diharapkan dengan ketersediaan dana yang terkumpul akan semakin memberi tenaga guna menambah daya gedor penetrasi perseroan.

Untuk menunjang operasional BJB, pengembangan berbagai produk dan jasa layanan keuangan yang telah dilakukan perseroan juga akan terus diperbaharui. Inovasi dilakukan guna memberikan pengalaman transaksi yang lebih nyaman, praktis sekaligus efisien. Strategi inovasi ini turut pula dibarengi dengan langkah sinergi dengan para mitra yang telah terjalin demi meningkatkan loyalitas, kepercayaan dan kredibilitas perseroan.