Dulu Buka Sepatu ke Sekolah, Kini Asep Tapip Pimpin Kepala Sekolah se-Indonesia

Dulu Buka Sepatu ke Sekolah, Kini Asep Tapip Pimpin Kepala Sekolah se-Indonesia

MEMILIKI hobi menulis, menyanyi dan berorganisasi, Dr. H. Asep Tapip kini menjadi Kepala SMKN 4 Bandung. Tak hanya itu, dia juga menjadi Ketua Umum DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI).

Ya, menjadi seorang guru adalah jalan hidup dari seorang Asep. Pada tahun 1988 silam, Asep menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di SMPN 2 Tanjung Kerta Sumedang. Pada waktu itu, di daerahnya sama sekali tidak memiliki listrik, ledeng, bahkan angkutan kota (angkot) pun jauh dari sekolahnya.

“Kalau hujan itu pasti buka sepatu, jalan kaki ke sekolah itu satu kilo meter. Lumayan jauh, sih,” kenang Asep.

Kemudian guru Asep pindah ke Kota Bandung ke Sekolah Menegah Pekerja Sosial (SMPS), kalau sekarang jadi SMKN 15 Bandung, tahun 1992. Di situ dia 20 tahun tahun jadi guru. Barulah pada 2012 dia menjadi kepala sekolah SMKN 2 Bandung, selama empat tahun dan kemudian dipindah ke SMKN 4 Kota Bandung.

Asep memilki cita-cita yang sangat sederhana. Dia ingin bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Di mana pun dia berada, dalam posisi dan jabatan apapun, Asep ingin bermanfaat, sehingga dirinya total dalam kondisi apapun. Demikian pula ketika menjadi Ketua Umum DPP AKSI.

"Ketika saya menjadi guru, total menjadi guru, bekerja dalam keguruan, menggembanggkan organisasi keguruan segala macam dalam kompetensi keguruan saya laksanakan. Kalau dalam total plus ikhlas itu, nikmat, ketika saya menjadi kepala sekolah, saya total," papar Asep.

Guru Asep memiliki moto hidup, yakni perubahan itu abadi. Tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri. Maka pilihannya adalah berubah atau punah. Ketika tidak ingin ikuti perubahan dan perkembangan, maka akan punah. Yang penting, baginya, adalahmangantisipasi dan mengadaptasi perubahan.

“Kendala dalam hidup musuhnya adalah diri sendiri. Bagi saya musuh itu diri saya sendiri. Ketika saya memiliki keinginan dan hati menghalangi, sebetulnya saya sendiri yang menghambat. Semua peluang dan kesempatan oleh Allah diberikan, tinggal saya menaklukan itu atau tidak. Salah satunya hoream (malas),” ucap Asep.

Dia berharap, menjadi Ketua DPP AKSI memang tidak mudah, tapi dirinya akan semaksimal mungkin untuk mewujudkan seluruh hasrat dan program kepala sekolah melalui AKSI dengan baik.

“Konsepnya manfaat. Ketika AKSI besar pun manfaat. Minimal bagi kepala sekolahnya, maksimal bagi dunia pendidikan dan NKRI,” tambah Asep. (okky adiana).