Sejumlah Penimbun Masker Di Daerah Diciduk Polisi

Sejumlah Penimbun Masker Di Daerah Diciduk Polisi
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Jakarta - Polisi berhasil menyita jutaan masker yang ditimbun para spekulan di Tangerang, Batam, dan Semarang.

Di Tangerang, aparat Polda Metro Jaya menyita ratusan ribu masker yang diduga ditimbun di sebuah gudang di Neglasari, Kota Tangerang, Banten.

Dari penggerebekan tersebut, kepolisian berhasil menyita 574.000 pak yang terdiri atas 360.000 pak masker merek Remedi dan 214.000 pak masker merek Volca dan Well Best.

"Perkaranya, dugaan tindak pidana penimbunan alat kesehatan berupa masker kesehatan atau memperdagangkan alat kesehatan berupa masker tanpa izin edar," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta.

Yusri menjelaskan, dari pemeriksaan petugas diketahui bahwa masker tersebut tidak memenuhi standar. Selain itu, masker-masker itu juga ada yang tidak memiliki izin edar. "Ini ada beberapa merek di sini, termasuk dari pabrik Jawa Barat dan ada yang tidak memenuhi standar," katanya.

Di Jawa Tengah, polisi membekuk dua orang yang diduga menimbun masker sehingga mengakibatkan kelangkaan di pasaran. Kedua pelaku yakni AK, 45, warga Kanalsari Barat, Semarang Timur, Kota Semarang dan MY alias Kosasih, 24, warga Jalan Kapas Timur, Genuk, Semarang.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa masker dan cairan pencuci tangan."Setelah dilakukan patroli siber melalui beberapa sumber media sosial, didapatkan beberapa nama pihak yang diduga terlibat dalam praktik penimbunan masker kesehatan di wilayah hukum Polda Jateng," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna.

Sementara di Riau, petugas Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau menggerebek sebuah gudang penimbunan masker dan pencuci tangan di Kawasan Sungai Panas, Batam. Dari penggerebekan tersebut, polisi menemukan ratusan kardus masker dan pencuci tangan yang akhir-akhir ini langka di Batam.

"Jadi pada hari ini sekitar pukul 13.30 WIB, bertempat di gudang milik PT Eka Surya Mandiri (ESM) yang terletak di Kompleks Inti Batam Business dan Industrial Park, Sei Panas, Kota Batam, Ditreskrimsus ungkap dugaan tindak pidana perdagangan dan atau kesehatan tanpa perizinan dari menteri berupa masker dan hand sanitizer," ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhart.

Dari penggerebekan tersebut, ditangkap tiga orang yakni Direktur S, General Manager DD, dan Komisaris H. Modus operandinya yakni PT ESM yang bergerak dalam bidang perdagangan eceran peralatan listrik rumah tangga dan peralatan penerangan dan perlengkapannya, perdagangan eceran pembungkus dari plastik, perdagangan eceran tekstil, perdagangan eceran cat, pernis dan lainnya. Izin tersebut, kata dia, tidak sesuai dengan Surat Izin Usaha Perdagangan NIB: 8120112051064, di mana dalam gudang penyimpanan stok barang ditemukan masker merek Jackson Safety, masker merek 3M, masker merek Drager, dan hand sanitizer merek Johnson Profesional.[Ivs].INILAHCOM, Jakarta - Polisi berhasil menyita jutaan masker yang ditimbun para spekulan di Tangerang, Batam, dan Semarang. Di Tangerang, aparat Polda Metro Jaya menyita ratusan ribu masker yang diduga ditimbun di sebuah gudang di Neglasari, Kota Tangerang, Banten.

Dari penggerebekan tersebut, kepolisian berhasil menyita 574.000 pak yang terdiri atas 360.000 pak masker merek Remedi dan 214.000 pak masker merek Volca dan Well Best.

"Perkaranya, dugaan tindak pidana penimbunan alat kesehatan berupa masker kesehatan atau memperdagangkan alat kesehatan berupa masker tanpa izin edar," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta.

Yusri menjelaskan, dari pemeriksaan petugas diketahui bahwa masker tersebut tidak memenuhi standar. Selain itu, masker-masker itu juga ada yang tidak memiliki izin edar. "Ini ada beberapa merek di sini, termasuk dari pabrik Jawa Barat dan ada yang tidak memenuhi standar," katanya.

Di Jawa Tengah, polisi membekuk dua orang yang diduga menimbun masker sehingga mengakibatkan kelangkaan di pasaran. Kedua pelaku yakni AK, 45, warga Kanalsari Barat, Semarang Timur, Kota Semarang dan MY alias Kosasih, 24, warga Jalan Kapas Timur, Genuk, Semarang.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa masker dan cairan pencuci tangan."Setelah dilakukan patroli siber melalui beberapa sumber media sosial, didapatkan beberapa nama pihak yang diduga terlibat dalam praktik penimbunan masker kesehatan di wilayah hukum Polda Jateng," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna.

Sementara di Riau, petugas Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau menggerebek sebuah gudang penimbunan masker dan pencuci tangan di Kawasan Sungai Panas, Batam. Dari penggerebekan tersebut, polisi menemukan ratusan kardus masker dan pencuci tangan yang akhir-akhir ini langka di Batam.

"Jadi pada hari ini sekitar pukul 13.30 WIB, bertempat di gudang milik PT Eka Surya Mandiri (ESM) yang terletak di Kompleks Inti Batam Business dan Industrial Park, Sei Panas, Kota Batam, Ditreskrimsus ungkap dugaan tindak pidana perdagangan dan atau kesehatan tanpa perizinan dari menteri berupa masker dan hand sanitizer," ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhart.

Dari penggerebekan tersebut, ditangkap tiga orang yakni Direktur S, General Manager DD, dan Komisaris H. Modus operandinya yakni PT ESM yang bergerak dalam bidang perdagangan eceran peralatan listrik rumah tangga dan peralatan penerangan dan perlengkapannya, perdagangan eceran pembungkus dari plastik, perdagangan eceran tekstil, perdagangan eceran cat, pernis dan lainnya. Izin tersebut, kata dia, tidak sesuai dengan Surat Izin Usaha Perdagangan NIB: 8120112051064, di mana dalam gudang penyimpanan stok barang ditemukan masker merek Jackson Safety, masker merek 3M, masker merek Drager, dan hand sanitizer merek Johnson Profesional.[Ivs].INILAHCOM, Jakarta - Polisi berhasil menyita jutaan masker yang ditimbun para spekulan di Tangerang, Batam, dan Semarang. Di Tangerang, aparat Polda Metro Jaya menyita ratusan ribu masker yang diduga ditimbun di sebuah gudang di Neglasari, Kota Tangerang, Banten.

Dari penggerebekan tersebut, kepolisian berhasil menyita 574.000 pak yang terdiri atas 360.000 pak masker merek Remedi dan 214.000 pak masker merek Volca dan Well Best.

"Perkaranya, dugaan tindak pidana penimbunan alat kesehatan berupa masker kesehatan atau memperdagangkan alat kesehatan berupa masker tanpa izin edar," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta.

Yusri menjelaskan, dari pemeriksaan petugas diketahui bahwa masker tersebut tidak memenuhi standar. Selain itu, masker-masker itu juga ada yang tidak memiliki izin edar. "Ini ada beberapa merek di sini, termasuk dari pabrik Jawa Barat dan ada yang tidak memenuhi standar," katanya.

Di Jawa Tengah, polisi membekuk dua orang yang diduga menimbun masker sehingga mengakibatkan kelangkaan di pasaran. Kedua pelaku yakni AK, 45, warga Kanalsari Barat, Semarang Timur, Kota Semarang dan MY alias Kosasih, 24, warga Jalan Kapas Timur, Genuk, Semarang.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa masker dan cairan pencuci tangan."Setelah dilakukan patroli siber melalui beberapa sumber media sosial, didapatkan beberapa nama pihak yang diduga terlibat dalam praktik penimbunan masker kesehatan di wilayah hukum Polda Jateng," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna.

Sementara di Riau, petugas Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau menggerebek sebuah gudang penimbunan masker dan pencuci tangan di Kawasan Sungai Panas, Batam. Dari penggerebekan tersebut, polisi menemukan ratusan kardus masker dan pencuci tangan yang akhir-akhir ini langka di Batam.

"Jadi pada hari ini sekitar pukul 13.30 WIB, bertempat di gudang milik PT Eka Surya Mandiri (ESM) yang terletak di Kompleks Inti Batam Business dan Industrial Park, Sei Panas, Kota Batam, Ditreskrimsus ungkap dugaan tindak pidana perdagangan dan atau kesehatan tanpa perizinan dari menteri berupa masker dan hand sanitizer," ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhart.

Dari penggerebekan tersebut, ditangkap tiga orang yakni Direktur S, General Manager DD, dan Komisaris H. Modus operandinya yakni PT ESM yang bergerak dalam bidang perdagangan eceran peralatan listrik rumah tangga dan peralatan penerangan dan perlengkapannya, perdagangan eceran pembungkus dari plastik, perdagangan eceran tekstil, perdagangan eceran cat, pernis dan lainnya. Izin tersebut, kata dia, tidak sesuai dengan Surat Izin Usaha Perdagangan NIB: 8120112051064, di mana dalam gudang penyimpanan stok barang ditemukan masker merek Jackson Safety, masker merek 3M, masker merek Drager, dan hand sanitizer merek Johnson Profesional.[Ivs].