PKC Andalkan Produk Ritel Nonsubsidi Nitroku 16-16-16

PKC Andalkan Produk Ritel Nonsubsidi Nitroku 16-16-16
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Karawang - PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) terus mengembangkan inovasi sebagai bagian dari upaya pengembangan usaha perusahaan. Salah satunya upaya dari anak perusahaan PT Pupuk Indonesia itu yakni melakukan pengembangan produk pupuk unggul di luar yang bersubsidi.
 

Direktur Komersil PKC Rita Widayati mengatakan, sebagai produsen pupuk tanaman pangan dan holtikultura, perusahaannya harus turut berinovasi guna mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satunya dengan melakukan pengembangan produk agar usaha PKC bisa mencakup seluruh subsistem sektor pertanian.
 
“Tahun lalu, kami mengembangkan produk ritel baru untuk petani. Produk nonsubsidi ini berupa pupuk inovasi yang diberi nama Nitroku 16-16-16,” kata Rita dalam rilis yang diterima INILAH, Selasa (10/3/2020).
 
Rita menjelaskan, produk baru ini merupakan jenis pupuk NPK yang mengandung hara lengkap untuk memacu pertumbuhan tanaman. Menurut dia, peluncuran inovasi baru ini juga turut membantu memenuhi kebutuhan pasar pupuk yang semakin berkembang.
 
Dia menuturkan, pupuk Nitroku 16-16-16 ini merupakan produk komplit. Dari komposisinya, meliputi keseimbangan nutrisi yang bersumber dari ammonium nitrogen dan nitrat nitrogen. Komposisi ini menjadikan pemupukan pada tanaman lebih efisien dibandingkan pupuk NPK yang berasal dari urea yang ammonum based.
 
“Pupuk ini, dapat digunakan sebagai pupuk dasar dan pupuk susulan pada masa vegetatif tanaman. Bahkan, sudah terbukti dapat meningkatkan produktivitas tanaman holtikultura secara signifikan,” jelas dia.
 
Rita menambahkan, selama ini di perusahaannya ada unit khusus yang tugasnya melakukan pengembangan benih, pupuk dan holtikultura. Sejauh ini, perusahaannya telah meluncurkan kurang lebih delapan produk ritel. Di antaranya, Pupuk cair Bion Up, Jeranti, NPK 30-6-8, KCL, Nitrea, Kuriza, Organik Excow dan Benih Padi Pareku.
 
“Dengan diluncurkannya Nitroku 16-16-16 ini, produk ritel kami semakin lengkap,” kata dia. 
 
Dia menjelaskan, peluncuran produk inovasi tersebut tidak hanya untuk mendukung kinerja perusahaan tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin berkembang. Sebab, pasar saat ini memang sedang membutuhkan produk-produk yang inovatif untuk menunjang usaha pertanian.
 
Pengembangan yang dilakukan PKC itu sejalan dengan program Kementerian Pertanian yang mendorong agar perusahaan pupuk di Indonesia tak hanya memproduksi pupuk bersubsidi. Namun, pupuk lain yang bisa memenuhi kebutuhan pasar ekspor pun sebaiknya diproduksi.
 
Belum lama ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menuturkan saat ini pemerintah sedang menyiapkan berbagai terobosan guna meningkatkan produksi pangan dalam negeri supaya mampu bersaing di pasar ekspor.
 
“Makanya, kami mendorong supaya seluruh produsen pupuk juga mempersiapkan inovasi pupuk yang luar biasa untuk menunjang produksi pangan ini. Target kami ke depan, pembangunan sektor pertanian harus diperkuat sebab pertanian adalah tentang kehidupan,” ucapnya. (Asep Mulyana)