Sikap Kami: Jabar Sang Pioner

Sikap Kami: Jabar Sang Pioner

KUFUR nikmat itu adalah jika tak merasa berbangga menjadi warga Jawa Barat. Sepatutnyalah kita berbangga karena tak sedikit inovasi pemerintahan dan pembangunan lahir di tempat kita.

Kemarin, misalnya, Pemprov Jawa Barat mulai menggulirkan Command Center. Itu pusat komando terkait apa saja, utamanya tentu pembangunan, pemerintahan, dan persoalan-persoalan sosial yang terjadi di Jawa Barat.

Dengan Command Center, sebuah tempat yang memadukan teknologi informasi, kerja keras, dan kerja dengan hati, diharapkan bisa menjadi koneksi sesama pemerintahan di Jawa Barat. Jadi, persoalan yang terjadi di Pangandaran atau Depok, misalnya, dengan sangat cepat terpantau dan mudah-mudahan juga bisa menghadirkan solusi yang cepat.

Jawa Barat bukan wilayah pemerintahan daerah pertama yang memiliki Command Center. Yang pertama justru Pemerintahan Kota Bandung. Kebetulan, saat itu pemimpinnya adalah Ridwan Kamil yang kini jadi Gubernur Jawa Barat.

Betapa pentingnya arti pusat kendali ini terbukti dengan banyaknya kabupaten/kota yang melakukan studi banding ke Command Center Kota Bandung kala itu. Bahkan, Pemkot Bandung pun, dengan senang hati, tak hanya sekadar berbagi ilmu, melainkan juga menghibahkan sejumlah piranti lunak kepada pemerintah kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat.

Command Center bukan satu-satunya inovasi yang membuat kita harus bangga sebagai warga Jawa Barat. Pemerintah Kota Bogor juga meluncurkan Mal Pelayanan Publik (MPP) tahun lalu.

MPP akan mempersingkat rentang waktu pengurusan dokumen dan perizinan. Dari izin usaha hingga keimigrasian. Dari KTP hingga KTA.

Kota Bogor termasuk pioner dalam hal MPP. Itu sebabnya, Kementerian PAN-RB menetapkan mereka sebagai percontohan bagi kabupaten/kota lain di Indonesia yang hendak membangun MPP.

Inovasi-inovasi yang diluncurkan pemerintahan di Jawa Barat, apakah levelnya provinsi maupun kabupaten/kota, tentu sepatutnya kita apresiasi. Kita bangga, misalnya, ketika berkunjung ke daerah lain, melihat ada Command Center atau MPP yang lahir setelah studi banding ke Jawa Barat, Kota Bandung, atau Kota Bogor.

Tentu, tak ada pemerintahan, termasuk pemimpin, yang sempurna. Itu hal yang manusiawi. Karena itu, dengan tetap memperhatikan kekurangan-kekurangannya, tak berbangga dengan pencapaian semacam ini, boleh jadi masuk dalam apa yang disebut sebagai kufur nikmat itu. (*)