Pedagang Pasar Beras Johar Akan Direlokasi ke Pasar Induk Cikampek

Pedagang Pasar Beras Johar Akan Direlokasi ke Pasar Induk Cikampek
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. (ANTARA/HO-Pemkab Karawang)

INILAH, Karawang- Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berencana merelokasi para pedagang pasar beras Johar ke Pasar Induk Modern Berkarya di wilayah Cikampek.

"(Adanya Pasar Induk Modern) ini pasti akan mengurangi beban di Pasar Beras Johar yang setiap hari macet akibat aktivitas bongkar-muat beras," kata Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana di Karawang, Kamis.

Ia mengaku penanganan Pasar Beras Johar cukup memusingkan. Setiap hari terjadi kemacetan parah di sekitar pasar itu akibat kegiatan bongkar-muat beras di jalan umum, yakni di Jalan Wirasaba.

"(Selama ini) saya belum ada kesempatan untuk merelokasi. Sempat di jalan baru pada saat itu, Tapi tidak jadi," kata dia.

Atas hal tersebut Bupati mengaku akan berkomunikasi dengan para pedagang pasar beras di Pasar Johar terkait rencana relokasi ke Pasar Induk Modern Berkarya yang kini sedang dibangun di wilayah Cikampek.

"Saya akan berbicara dengan para pedagang beras Pasar Johar. Memungkinkan tidak kalau mereka menjual berasnya di pasar induk ini. Karena ini kan pasar induk, mencakup semua komoditas," kata Cellica.

Sementara itu, Pasar Induk Modern Berkarya seluas sekitar 12 hektare kini sedang dibangun di wilayah Cikampek oleh Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto melalui PT Mandalapratama Permai.

Tommy yang merupakan Komisaris Utama PT Mandalapratama Permai mengatakan, nilai investasi yang digelontorkan untuk pembangunan pasar induk modern iti bernilai ratusan miliar.

Putra mantan Presiden Soeharto itu mengatakan, pasar induk yang dibangunnya berkonsep pasar induk modern karena mengusung tema zero waste.

Ia menjamin seluruh sampah yang dihasilkan dari pasar induk itu akan diolah menjadi biogas untuk kebutuhan energi.

"Semua limbah organik akan dijadikan biogas sebagai bahan bakar kompor di warung atau restoran di kawasan ini," kata dia.

Sesuai dengan perencanaannya, di pasar induk tersebut akan menyediakan 4.264 kios dan dapat menyerap sekitar 14 ribu tenaga kerja.

"Targetnya, kurang dari 18 bulan ke depan sudah bisa beroperasi," katanya.  (Antara)