Petugas Pantau Pergerakan Tanah di Jatisari Setiap Hari

Petugas Pantau Pergerakan Tanah di Jatisari Setiap Hari
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut- Mengantisipasi kemungkinan keadaan memburuk, Petugas Pemerintah Kecamatan Banjarwangi selatan Garut bersama warga terus melakukan pemantauan terhadap lokasi terjadi pergeseran tanah di ruas jalan Cikajang-Banjarwangi, Kampung Jatisari, Desa Mulyajaya, Kecamatan Banjarwangi.

Pasalnya, pergeseran tanah masih berpotensi terus terjadi, dan di sekitar lokasi terdapat sekitar delapan rumah warga terancam. Bencana tersebut juga mengakibatkan ruas jalan kabupaten menghubungkan Singajaya-Banjarwangi terancam rusak hingga dapat menghambat jalur lalu lintas kendaraan melintas.

"Dan, sedikit koreksi. Tidak ada rumah yang rusak berat. Hanya letaknya paling berbahaya jika pergerakan tanah memburuk. Rumahnya bisa tergusur atau tertimpa longsoran. Kita sendiri sudah menyarankan agar rumah ini dikosongkan, tetatpi penghuninya enggak mau," kata Sekretaris Kecamatan Banjarwangi Depi Kuspia, Kamis (12/3/2020).

Depi menyebutkan, di salah satu titik pada badan jalan berstatus kabupaten mengalami pergeseran tanah di Kampung Jatisari RT 02 RW 02 terdapat tanah anjlok beberapa sentimeter.

Menurut keterangan warga, pada tebing sebelah badan jalan tersebut dahulunya terdapat sebatang pohon puspa berukuran besar namun kini hilang karena ditebang. Diduga, tunggal bekas tebangan pohon tersebut membusuk, dan menjadikan tanah di atasnya anjlok ketika hujan deras mengguyur.

"Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) sudah survey ke lokasi, tapi belum ada tindaklanjutnya bagaimana. Kita juga setiap hari lakukan pemantauan bersama masyarakat sekitar. Sementara ini masih kondusif," ujarnya.(zainulmukhtar)