Miris, Pasien Corona di Bolivia Diusir Pihak Rumah Sakit

Miris, Pasien Corona di Bolivia Diusir Pihak Rumah Sakit
Ilustrasi/Net

INILAH, Jakarta- Satu dari dua orang yang positif mengidap virus corona di Bolivia kini dalam perlindungan kantor pemerintah setelah masyarakat setempat dan staf medis mengusirnya hingga empat rumah sakit di kota tersebut, demikian pejabat kesehatan pemerintah dan media setempat pada Rabu malam.

Perempuan, yang disebutkan berusia 65 tahun, dibawa dengan ambulans dari kota kecil San Carlos menuju ibu kota Santa Cruz pada Rabu malam. Namun kekhawatiran soal tenaga medis yang langka dan daya tampung yang berlebihan membuat perempuan itu terusir dari beberapa pusat medis, menurut media lokal.

"Kami tidak akan mengizinkan perempuan ini masuk sebab rumah sakit ini tidak memadai untuk menangani kasus virus corona," kata salah satu perawat kepada surat kabar Bolivia, El Deber. "Terdapat banyak pasien dan orang yang dapat terinfeksi."

Pejabat kesehatan setempat, Oscar Urenda, membenarkan kejadian tersebut saat konferensi pers di Santa Cruz pada Rabu malam.

"Kami memilik satu area yang telah dipersiapkan di rumah sakit San Juan de Dios tetapi kami tidak dapat menanganinya dan minimnya staf," tambahnya. "Kami membuat rencana lain, yakni memindahkan ke pusat kesehatan yang lain tetapi di mana-mana penduduk setempat melarang akses."

Sebagai ganti, katanya, perempuan itu ditampung di gedung milik pemerintah daerah. "Perempuan itu kini dirawat dan dilindungi di sebuah tempat dengan kondisi layanan yang efisien, dan dokter serta perawat membantu kami untuk menemukan pusat kesehatan yang tepat."

Menurutnya, penyebaran virus corona di Bolivia tak dapat dihindari setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu menyatakan COVID-19 sebagai epidemi.

"Penyakit itu akan menyebar dan bukan karena kurangnya antisipasi, virus itu menyebar ke mana saja," katanya.

Bolivia, salah satu negara termiskin di Amerika Latin, mengalami gonjang-ganjing politik yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir dengan pengunduran diri kontroversial presiden Evo Morales.

Pada Selasa Bolivia mengumumkan dua kasus pertama virus corona, yang muncul di China pada akhir tahun lalu dan menyebabkan penyakit pernapasan yang dapat berujung fatal.