Tekan Kecelakaan Pemkot Bandung, dan PT Daya Adira Jalin Kerjasama 

Tekan Kecelakaan Pemkot  Bandung, dan PT Daya Adira Jalin Kerjasama 
(Istimewa)

INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan PT Daya Adira akan menjalin kerjasama di bidang keselamatan berkendara. Ini merupakan upaya pemerintah Kota untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya. 

Dikatakan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, nantinya Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelajar dapat mengikuti pelatihan safety riding yang di fasilitasi PT Daya Adira. Peserta hanya perlu datang ke lokasi di kawasan Cibereum. 

"Pelatihan ini bisa kita jadikan edukasi dalam berkendara yang baik dan benar. Ke depannya, kita juga akan terus mendorong ASN, pelajar dan masyarakat untuk ikut dalam Safety Riding Course untuk mengurangi angka kecelakaan kendaraan bermotor," kata Yana pada Kamis (12/3/2020). 

Menurut dia, berkendaraan dengan baik dan benar tidak hanya untuk keselamatan diri sendiri tetapi juga orang lain. Karena berkendara yang baik, juga akan mempengaruhi keselamatan pengendara lainnya. 

"Jangan sampai sein ke kanan, beloknya ke kiri. Cara mengerem juga harus benar. Sehingga tidak membahayakan pengendara lainnya. Minimal kita akan coba petugas Dishub dulu. Karena mereka yang harus memberikan contoh," ucapnya. 

Yana menambahkan, warga masyarakat Kota Bandung perlu memahami peraturan berkendara di jalan raya. Karena sebaik apapun penerapan sistem transportasi di jalan, pada akhirnya sangat bergantung kepada pengemudi. 

"Pengendara kendaraan bermotor menjadi salah satu penyebab kecelakaan terbesar di Kota Bandung. Untuk itu saya kira safety riding course ini bisa jadi solusi," ujar dia.

Sebelumnya Pemkot Bandung telah mengampanyekan Inisiatif Road Safety bersama BIGRS. Laporan Tahunan Keselamatan Jalan tahun 2018 atau Bandung Road Safety Annual Report (BRSAR) 2018 merilis angka kecelakaan yang menyebabkan kematian di Kota Bandung pada tahun 2018 menurun sekitar sembilan persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar korban berusia 15-24 tahun.

Dari 143 kematian di jalan raya Kota Bandung yang terekam di tahun 2018, mayoritas merupakan pengendara sepeda motor (56 persen), diikuti pejalan kaki (27 persen). Golongan usia pengendara sepeda motor yang kemungkinan besar meninggal akibat kecelakaan adalah usia 15-24 tahun, dan mereka yang berusia 75 tahun ke atas bagi pejalan kaki.

Sebagian besar korban kecelakaan jalan raya merupakan pria. Di Kota Bandung, 67 persen pengemudi yang terdaftar adalah pria, namun mereka menyumbang 80 persen angka fatalitas di jalan raya.

Berdasarkan data dari Institute for Health and Evaluation (IHME), kecelakaan di jalan raya merupakan penyebab kematian prematur utama nomor dua belas di Indonesia (IHME, 2017). Anak muda dengan rentang usia 15 - 29 tahun mencetak 41 persen dari 15.942 kecelakaan di jalan raya pada tahun 2017, berdasarkan data dari IRSMS (Korlantas Polri, 2017). (yogo triastopo)