Sikap Kami: Tom Hanks, Elvis, dan Corona

Sikap Kami: Tom Hanks, Elvis, dan Corona

KETIKA Hollywood memberikan Oscar kategori aktor terbaik untuk Spencer Tracy, Amerika Serikat masih dipimpin Franklin Roosevelt. Ketika itu Thomas Jeffrey Hanks baru 19 tahun.  Hanks pula satu-satunya aktor yang bisa menjejakinya, memenangkan Oscar 1994 (Philadelphia) dan 1995 (Forrest Gump).

Sekitar 29 tahun setelah menerima Oscar kedua, Tracy meninggal dunia. Dia sakit gegara kebiasaan menenggak minuman keras, perokok berat, penenggak obat (terlarang), dan kelebihan berat badan. Belum ada virus corona, penyebab penyakit covid-19 kala itu.

Covid-19 itu justru dialami Hanks. Padahal, gaya hidup Hanks jauh lebih sehat. Dalam usia 63 tahun, dia masih dipercaya memerankan karakter Kolonel Tom Parker, manajer Elvis Presley, dalam film bertajuk Elvis yang syuting di Queensland, Australia.

“Kami diuji untuk virus corona, dan ternyata positif,” bunyi pernyataan Hanks.

Tak takut dia dikucilkan. Dia malah mengisolasi diri sendiri. Tentu, selain biar cepat pulih, virus corona itu tak menular kepada pihak-pihak lain.

Itulah bedanya Hanks, juga tokoh-tokoh dunia lain dengan kita. Kita selalu dihantui rasa takut. Tak ada yang menyatakan dirinya terbuka positif terinfeksi corona. Tak seperti Hanks, tak seperti dua Wakil Presiden Iran, tak seperti Menteri Kesehatan Inggris, Menteri Kesehatan Iran.

Apa sebabnya? Karena kita dan otoritas takut. Terinfeksi corona bukanlah hal memalukan, tak pula amat mengerikan. Sebab, dia bisa menyerang siapa saja, dan  faktanya sekarang sudah banyak yang bisa –tiba-tiba—pulih.

Kita seolah-olah menutup informasi tentang terinfeksi corona. Padahal, informasi itu tak melulu menakutkan. Bisa pula membantu, menemukan siapa yang terindikasi berhubungan dengan pengidap positif.

Di tengah sikap pemerintah, termasuk lewat pernyataan yang seolah-olah “meringankan” corona sebelum ada kasus positif, kita justru khawatir, bisa saja corona menjadi bola salju. Jika itu yang terjadi, maka justru langkah pemerintah malah bisa memunculkan kekalutan.

Tak perlu takut berlebihan, kalimat ini kita balikkan kepada pemerintah. Dengarlah kata Chet Hanks, putra Tom Hanks. “Mereka nggak khawatir. Tapi mereka menjalani tindakan pencegahan kesehatan yang dibutuhkan. Kurasa tak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata dia. (*)