Tuntaskan Citarum Harum, PR dari Dadang Naser

Tuntaskan Citarum Harum, PR dari Dadang Naser

INILAH, Soreang – Setahun lagi, Bupati Dadang M Naser akan menyudahi kepemimpinannya di Kabupaten Bandung. Satu pekerjaan rumah yang dia tinggalkan kepada pemimpin berikutnya adalah Citarum Harum.

Dadang Naser menyebutkan ada lima pilar pembangunan yang dia jalankan selama sembilan tahun menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bandung. Kelimanya yakni pembangunan SDM, peningkatan ekonomi yang berdaya saing, pembangunan infrastruktur, pembangunan kualitas di bidang lingkungan, dan reformasi birokrasi.

Yang paling berat dan nantinya akan dia tinggalkan kepada penggantinya sebagai pekerjaan rumah adalah bidang lingkungan. Terutama soal penanganan banjir dan Citarum Harum yang belum selesai prosesnya.

“Masalah Citarum Harum ini belum beres. Banjir masih ada. Meski berat, tapi tetap ada progres yang baik. Dari 420 hektare dulunya, kini tinggal 80 hektare yang tergenang. Sedangkan korban terdampak dari 159 ribu jiwa, kini berkurang menjadi 77 ribu jiwa,” ujarnya.

Dadang melanjutkan, perlu adanya kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat untuk mengentaskan masalah lingkungan, terutama masalah banjir.

“Penanganannya harus bersama-sama. Tidak bisa pemerintah saja,” katanya.

Secara umum, Dadang mengklaim pembangunan di Kabupaten Bandung dari tahun ke tahun menunjukkan tren kenaikan. Hal itu, kata dia, menunjukkan berfungsinya karakter Sabilulungan yang menjadi jargon Kabupaten Bandung.

Menurut Dadang, tren kenaikan tersebut perlu ditingkatkan kembali dengan mengoptimalkan pentahelix, termasuk peran media dalam rangka menyuguhkan informasi positif dan memotivasi masyarakat.

“Dengan optimalnya sinergitas pentahelix ini, tentu akan membuat masyarakat terus terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan yang positif,” kata Dadang kepada wartawan saat Musrenbang tingkat kabupaten di Grand Sunshine Sahid Hotel, Soreang, Kamis (12/3).

Soal lima koridor atau pilar prioritas, menurut Dadang, pada akhirnya mewujudkan pembangunan yang positif. Kelima koridor tersebut memiliki 39 rangkaian program unggulan di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). 

“Program unggulan ini ditransfer ke tiap desa untuk mewujudkan pembangunan di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Setelah itu, program tersebut diagendakan dari tingkat desa dan dibahas di tingkat kecamatan. Jika sudah, maka di bawa ke tingkat kabupaten untuk dirumuskan kembali. Sehingga, lima pilar tersebut dikerjaian secara bersama-sama dengan sistem bottom to top. (rd dani r nugraha/ing)