Cegah Penyebaran Virus Corona, Tel U Tunda Pelaksanaan Wisuda 1.400 Lulusan 

Cegah Penyebaran Virus Corona, Tel U Tunda Pelaksanaan Wisuda 1.400 Lulusan 
net

INILAH, Bandung - Telkom University (Tel U) menunda pelaksanaan wisuda tahap II tahun akademik 2019-2020. Penundaan pelaksanaan wisuda terhadap 1.400an lulusan itu untuk mencegah terjadinya penyebaran wabah virus corona.

"Kegiatan wisuda itu sifatnya seremonial dan itu ada penumpukan orang dalam satu tempat. Kalau tidak dilakukan antisipasi pasti akan merugikan, bukan hanya civitas akademi saja tapi merugikan masyarakat luas. Apalagi WHO juga sudah menyatakan jika bawah corona ini pendemi. Tentunya keputusan WHO dan pemerintah itu sudah melalui berbagai pertimbangan," kata Rektor Tel U Adiwijaya, Jumat, (13/3/2020).

Adiwijaya mengatakan, acara wisuda biasanya digelar pada Maret dan Agustus. Namun karena adanya wabah virus corona, pihaknya menunda pelaksanaan. Kata dia, semoga saja kegiatan wisuda yang tertunda ini bisa digelar pada Agustus mendatang. Penundaan ini, memang sempat dikeluhkan oleh mahasiswa dan orang tuanya. Namun penundaan tetap harus dilaksanakan oleh pihak kampus, untuk mencegah penyebaran wabah virus corona di lingkungan kampus Tel U. Hal in penting dilakukan karena sudah masuk pada tahap krusial.

"Memang ada keluhan dari mahasiswa, orang tuanya juga sudah ada yang beli tiket dan persiapan lainnya. Tapi pencegahan harus tetap dilakukan, apalagi dalam satu kegiatan wisuda dalam satu ruangan itu kapasitasnya bisa 5000 an orang. Jumlah orang yang banyak itu akan sulit dideteksi," ujarnya.

Selain penundaan, lanjut Adiwijaya, sebagai pencegahan penularan covid 19 di lingkungan civitas akademika, pihak kampus selalu mengingatkan pentingnya untuk terus memelihara pola hidup sehat. Termasuk menyediakan hand sanitizer disetiap tempat. Koordinasi juga dilakukan pihak kampus dengan pemerintah.

"Kami juga ada call center yang bisa dihubungi jika ada dilingkungan civitas akademi yang menemukan adanya gejala. Nah jika ada gejala segera kami koordinasikan dengan pemerintah untuk segera ditindaklanjuti," katanya.

Mengenai aktivitas perkuliahan, lanjut Adiwijaya, hingga saat ini masih berlangsung. Termasuk aktivitas perkuliahan tatap muka. Namun jika ditemukan terduga, tidak menutup kemungkinan untuk menghentikan aktivitas tatap muka. Pihak kampus tidak akan mengambil resiko dengan merebaknya wabah virus tersebut.

"Jika ada suspeck tentu kami akan menghentikan aktivitas tatap muka. Dan bisa saja perkuliahan dilakukan secara online, karena kita juga memang ada fasilitas online yang bisa digunakan. Karena memang selama ini juga fasilitas online itu sudah digunakan sekitar 20 persen dari semua aktivitas perkuliahan," katanya.

Disinggung mengenai perjalanan mahasiswa dan dosen ke luar negeri, kata Adiwijaya, sejak Februari lalu telah dihentikan. Begitu juga dengan kunjungan dari luar negeri ke kampus Tel U pun telah dibatasi. Mahasiswa dan dosen yang tengah berada diluar negeri pun telah ditarik dan mengikuti semua prosedur dari pemerintah untuk pemeriksaan kesehatan.

"Sedangkan untuk mahasiswa asing yang kuliah disini, mereka datang sejak sebelum adanya kasus itu. Jadi mereka dalam keadaan sehat, kecuali kalau mereka sudah kembali ke negaranya dan kembali kesini mereka harus menjalani pemeriksaan kesehatan," ucapnya. (Dani R Nugraha)