Sikap Kami: Nasi Kucing Pak Menteri

Sikap Kami: Nasi Kucing Pak Menteri

SEMOGA Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi segera dipulihkan dari virus corona yang menderanya. Bagaimanapun, tenaga dan pemikirannya masih dibutuhkan negeri ini.

Satu yang tak dibutuhkan negeri ini adalah kelakarnya. Tentang nasi kucing dan corona. Kelakar yang disampaikan pada pertengahan Februari 2020 itu, saat belum dipastikan ada positif corona di Indonesia, menurut kita cukup keterlaluan.

Selama ini, dari mulut pemimpin-pemimpin kita, terutama yang ada di kabinet, kerap muncul pernyataan tak perlu soal corona. Tentang doa qunut, tentang susu kuda liar, tentang hal-hal tak penting lagi.

Seorang menteri, bahkan menyentil kepala daerah, yang khawatir dengan warganya terinfeksi corona. Katanya, nyari panggung. Entah panggung apa, karena kontestasi demokrasi tertinggi negeri ini baru berlangsung 2024. Buat kita, tindakan-tindakan semacam itu adalah sebuah kekonyolan. Ironisnya, itu dilakukan pejabat negeri ini.

Itu juga menggambarkan betapa pemerintah memang agak angkuh terhadap ancaman virus corona. Seolah-olah virus tersebut takkan singgah dan mampir di negeri ini. Sikap yang cenderung menganggap enteng itu sungguh kita sesalkan.

Lebih kita sesalkan lagi karena begitu diketahui virus tersebut sudah ada dan menyergap banyak orang, termasuk Menteri Budi Karya, pemerintah seperti gelagapan. Setidaknya, antrenya sejumlah menteri di RSPAD Gatot Subroto untuk memeriksakan kesehatan, menjadi gambaran betapa keangkuhan itu sudah runtuh.

Ini, semestinya, menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah. Pelajaran untuk fokus terhadap keselamatan warga. Sebab, dalam berbagai tindakan untuk itu, pemerintah pusat cenderung terlihat lebih lambat dibanding sejumlah pemerintah daerah yang sudah “setengah lock-down” wilayahnya.

Kerap alasan yang disampaikan pemerintah agar warga tidak panik. Jika selama ini pemerintah pusat yang meminta warga tidak panik terhadap corona, maka sekarang giliran kita yang mengingatkan pemerintah untuk tidak panik. Kita kembalikan kepada mereka.

Tentu, tidak perlu pula kita bercanda kepada pemerintah, virus corona tak bisa masuk ke Indonesia karena warganya gemar makan nasi kucing. Tak perlu kita ikut-ikutan sikap yang angkuh seperti itu.

Pada akhirnya, kita berdoa semoga Menteri Budi Karya Sumadi segera dipulihkan dari virus corona yang menderanya. Bagaimanapun, tenaga dan pemikirannya masih dibutuhkan negeri ini. (*)