Sikap Kami: Terbuka soal Corona

Sikap Kami: Terbuka soal Corona

BAHWA terjadi sekali-dua misinformasi, tentu kita maklumi. Yang tak bisa kita maklumi, adalah misinformasi berkali-kali. Upaya menyatukan informasi tentang corona di Jawa Barat melalui Pikobar adalah agar masyarakat tak bingung –apalagi panik—dengan ragam informasi yang beragam.

Sebagai sebuah pusat informasi, ruang komando, tak mungkin rasanya kita mendapatkan informasi yang sempurna terkait corona, terutama soal data terdampak. Sebab, sebagai sebuah wabah, datanya terus bergerak. Bisa saja pada hari ini jam segini, angkanya masih sekian, tapi bisa pula satu jam kemudian sudah menjadi segitu.

Tidak apa-apa. Toh Pikobar tetap memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Karena itu, keberadaannya tentu kita harapkan sebagai jendela informasi tentang corona dan langkah-langkah yang diambil Pemprov Jabar.

Sepanjang distorsi informasi masih seputar data yang berbeda tipis, kita memakluminya. Pertama, bisa saja karena mentalitas bekerja yang belum sama antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Bisa pula, ini sebuah hal yang baru bagi sebagian pemerintah daerah.

Tapi, intinya, kita sepakat, bahwa informasi tentang bencana kesehatan ini harus tersalurkan dengan cepat, transparan, dan akuntabel terhadap masyarakat. Informasi-informasi seperti itu yang membuat masyarakat akan bisa memetakan apa yang seharusnya mereka lakukan. Mudah-mudahan, yang mereka lakukan itu, bukanlah sebuah kepanikan.

Kita harus belajar dari pengalaman pahit pemerintah dalam mengelola informasi soal corona. Ada kegagapan pemerintah, mementingkan informasi yang jujur, atau menjauhi kepanikan.

Dalam kondisi masyarakat modern, rata-rata sudah cerdas semua, kita mengurut dada jika masih ada yang khawatir soal kedewasaan berpikir masyarakat. Justru sebenarnya yang dibutuhkan publik adalah transparansi informasi itu. Tak perlu ada yang disembunyi-sembunyikan dan takkan mungkin pula disembunyikan di era yang terang-benderang seperti sekarang.

Kita mendukung Pikobar, kita mendukung command center corona di Jawa Barat. Tapi, tentu patut kita ingatkan pula kepada pemerintah, untuk terus memperbaiki kualitas informasi sehingga tidak memunculkan distorsi cara berpikir publik dalam menghadapi virus yang kian hari pengidapnya kian berrambah ini. (*)