Dinas PUPR Lanjutkan Pembangunan Masjid Agung

Dinas PUPR Lanjutkan Pembangunan Masjid Agung
INILAH, Bogor – Kewenangan pembangunan lanjutan Masjid Agung Kota Bogor dipastikan pindah dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Pemkot Bogor telah mengucurkan biaya pembangunan Masjid Agung dengan pagu anggaran senilai Rp16 miliar pada APBD tahun anggaran 2019.
 
"Kebetulan tahun ini ada perubahan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru ada seksi di Disperumkim pindah ke DPUPR. Jadi kemungkinan pembangunan lanjutan Masjid Agung dilanjutkan DPUPR," ungkap Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman Disperumkim Kota Bogor Herman Rusli saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/1/2019).
 
Herman melanjutkan, pada tahun 2018, kegiatan pembangunan Masjid Agung berada di Seksi Penataan Bangunan dan Lingkungan di bawah Bidang Perumahan dan Pemukiman Disperumkim. Tetapi tahun ini, Seksi Tata Bangunan, Pengawasan dan Pengendalian Bangunan berada di bawah Bidang Tata Ruang, Tata Bangunan, Pengawasan dan Perencanaan DPUPR.
 
"Kami belum memproses pengajuan lelang pembangunan lanjutan Masjid Agung tahun ini karena ada perubahan SOTK," tambahnya. 
 
Menurut Herman, sesuai perintah Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, seluruh kegiatan yang sifatnya lelang sudah bisa dilaksanakan pada 20 Januari.
 
"Untuk dokumen pelelangan (Masjid Agung) dan segala macam sudah dipersiapkan oleh kami di tahun anggaran 2018 kemarin. Nanti tinggal di-share data ke DPUPR," katanya. 
 
Herman menjelaskan, progres pembangunan lanjutan masjid yang sudah selesai kemarin meliputi bangunan struktur basement, mezzanine, area tempat wudhu, dan kamar mandi. Dari total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp50 miliar, jika diakumulasikan sampai tahun 2018 baru sekitar 34,4 persen.
 
"Tahun 2016, anggaran sebesar Rp8,5 miliar dan tahun 2018 sebesar Rp8,7 miliar. Jadi baru Rp17 miliar yang terpakai dari total sekitar Rp50 miliar sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya). Dan sekarang sebesar Rp16 miliar, sedangkan sisanya tahun depan," jelasnya. 
 
Herman menegaskan, pembangunan lanjutan Masjid Agung pada 2019 meliputi beberapa pekerjaan, di antaranya atap kubah, lantai satu, dinding, dan lainnya. 
 
"Namun terkait basement yang dibicarakan akan digunakan tempat ibadah sementara untuk kepastiannya dirapatkan dahulu dengan beberapa pihak pada hari Rabu (16/1/2019)," pungkasnya.