Mendagri Sebut Pemberlakuan 'Lockdown' Tak Efektif Cegah Virus Corona

Mendagri Sebut Pemberlakuan 'Lockdown' Tak Efektif Cegah Virus Corona
(Antara Foto)

INILAH, Bandung – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut kebijakan lockdown di Indonesia tidak efektif menangkal penyebaran virus corona di Indonesia.

Mantan kapolri tersebut mengatakan, dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018  Tentang Karantina Kesehatan, ada empat kategori yang dibagi. Dimana salah satunya adalah karantina wilayah atau lockdown. Jika hal tersebut dilakukan kata Tito, dapat berdampak pada ekonomi masyarakat.

“Di undang-undang tentang karantina kesehatan, ada empat pembatasan. Pertama karantina rumah, kedua karantina rumah sakit, ketiga karantina wilayah. Yang ketiga ini yang dikenal sekarang sebagai lockdown dan keempat batasan sosial. Kewenangan tiga dan empat ini ada pada menteri kesehatan. Ada tujuh pertimbangan untuk melakuka lockdown, sampai sejauh mana persebaran bahaya, efektivitas ekonomi, budaya dan keamanan. Lockdown ini di kita tidak efektif. Beda dengan Wuhan. Kita tidak ambil kebijakan itu, karena pertimbangan ekonomi,” ujar Tito kepada wartawan di Gedung Sate usai melihat Command Center Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar, Rabu (18/3/2020).

Kendati demikian, Tito mengaku pihaknya tidak akan melarang jika ada daerah yang meminta untuk lockdown. Asalkan kata dia, tidak akan berdampak pada ekonomi di masyarakat.

Kalau dampak ekonomi enggak akan luas, silakan diusulkan. Daerah yang ingin buat kebijakan itu, tinggal mengusulkan kepada kepala gugus tuga dan nantinya dilaporkan kepada menteri kesehatan. Intinya, terkait moneter dan fiskal sudah jadi urusan pusat. Maka daerah dan pusat perlu komunikasi. Sinkronisasi koordinasi antara pusat dan daerah sangat perlu dilakukan,” terangnya. (Yuliantono)