Pengelola Wisata Purwakarta Wajib Kedepankan Aspek Kebersihan

Pengelola Wisata Purwakarta Wajib Kedepankan Aspek Kebersihan

INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta, telah menerjunkan satuan tugas khusus (satgasus) sebagai bagian dari upaya pencegahan mengenai penyebaran wabah virus corona. Tim gabungan dari unsur pemerintahan dan TNI/Polri itu, bertugas menyampaikan informasi dan antisipasi ke masyarakat terkait virus Covid-19 itu.

Tak hanya membentuk tim khusus, upaya antisipasi dan pencegahan ini pun dilakukan secara ‘guyub’ oleh dinas-dinas yang ada. Bahkan, beberapa surat edaran juga telah disebar, baik yang harus dipatuhi oleh pegawai pemerintahan, maupun masyarakat umum.

Khusus untuk lingkungan pemerintahan, sejauh ini ada beberapa edaran yang telah dibuat. Sebut saja salah satunya yang berisi intruksi supaya seluruh kepala OPD, kecamatan, kelurahan/desa hingga sekolah untuk melaksanakan penyemprotan disinfektan di lingkungan kerja masing-masing. Termasuk edaran mengenai jam kerja pegawai pemerintahan untuk bekerja di rumah selama tanggap corona.

Selain itu, pemkab juga membuat sebuah edaran yang diharapkan bisa dijalankan oleh seluruh pengelola tempat wisata, termasuk tempat hiburan malam (THM). Dalam edaran itu, para pengelola diminta untuk tutup sementara dari operasionalnya selama masa tangga covid-19.

Kepala Bidang Pariwisata, Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Irfan Suryana menuturkan, sejak awal pekan kemarin pihaknya telah mengintensifkan sosialisasi edaran tersebut. Pihaknya cukup mengapresiasi, karena para pengelola wisata cukup responsif untuk menjalankan edaran tersebut. Bahkan, ada di antaranya yang juga melaksanakan penyemprotan disinfektan di lingkungan mereka.

“Ini bagian dari antisipasi kami untuk meminimalisasi penyebaran virus corona,” ujar Irfan kepada INILAH, Jumat (20/3/2020).

Irfan menuturkan, pihaknya berharap seluruh pengelola wisata bisa menjalankan edaran tersebut demi kebaikan bersama. Termasuk, mengintensifkan penyemprotan disinfektan selama masa tanggap covid. Karena, bagaimana pun juga pengelola wisata wajib menjamin kenyamanan dan keselamatan pengunjungnya.

Ke depan, sambung dia, seluruh pengelola wisata wajib memperhatikan fasilitas kebersihan bagi pengunjungnya. Salah satu caranya, dengan menyiapkan tempat khusus cuci tangan berikut sabun antiseptiknya di beberapa titik lokasi wisata mereka.

“Jadi, sebelum masuk ke lokasi wisata, pengunjung wajib cuci tangan terlebih dahulu,” jelas dia.

Selain itu, dari sisi keamanan pun tak kalah penting. Jadi, pengelola wisata wajib menyiapkan perangkat keselamatan. Misalnya, menyiapkan petugas medis, lifeguard, medical tool, dan fasilitas penunjang lainnya. Tak kalah penting, mereka wajib memerhatikan aspek kebersihan lokasi.

“Lokasi wisata, selama ini menjadi tempat berkerumunnya masyarakat. Sehingga, aspek kebersihannya sangat penting guna meminimalisasi penularan penyakit,” pungkasnya. (asep mulyana)