Romelu Lukaku Curhat Penderitaan dalam Isolasi

Romelu Lukaku Curhat Penderitaan dalam Isolasi

INILAH, Milan - Isolasi membuat Romelu Lukaku memendam kerinduan yang dalam. Dia rindu dengan ibunya, anaknya, dan saudaranya. Terlebih ibunya yang sedang sakit.

Penyerang Inter Milan dan rekan-rekan setimnya terkunci saat virus mematikan, Covid-19, terus menyapu dunia. Lebih dari 9.900 orang meregang nyawa akibat corona.

Italia menjadi negara yang paling terdampak di dunia. Angka kematiannya sudah mencapai 3.405 orang, melewati angka kematian di China, negara di mana virus itu bermula.

Dalam wawancara dengan Ian Wright, Lukaku mengakui dia kangen dengan kehidupan yang biasa. Mantan pemain Chelsea dan Manchester United itu memikirkan keluarganya, terutama ibunya, Adolphine yang sedang menderita diabetes.

"Saya tak bisa keluar, tak bisa berlatih. Ini sudah sembilan hari. Inter memberi saya sepeda karena para pemain tinggal di apartemen kecil di pusat kota," katanya.

Romelu Lukaku menyebutkan Inter menawarkan kepada para pemain yang tak memiliki sepeda atau treadmill di rumahnya. Jadi, begitu banyak pemain yang tunjuk tangan ketika diberikan sepeda. Dua jam kemudian, setiap pemain sudah memiliki sepeda.

"Saya kangen kehidupan yang normal. Bersama ibu dan anak saya. Bahkan dengan saudara-saudara saya dan orang lain di luar. Saya selalu memikirkan semuanya," tambah penyerang asal Belgia itu.

Romelu Lukaku menyebutkan situasinya memang buruk. "Saya rindu latihan dan pertandingan di depan penonton. Sekarang kita baru sadar, mengapresiasi apa yang kita miliki," katanya.

Romelu Lukaku meminta semua pihak untuk sangat hati-hati. Sebab, bisa saja menyentuh seseorang dan ternyata mereka memiliki virus.

"Ibu saya diabetes dan mereka memiliki risiko tinggi jika (terserang virus) itu. Jadi, saya bahkan tak boleh pulang dan bersentuhan dengannya," tambahnya.