Satu Anggota DPRD Kabupaten Bogor Berstatus PDP Virus Corona

Satu Anggota DPRD Kabupaten Bogor Berstatus PDP Virus Corona

INILAH, Bogor - Seorang anggota DPRD Kabupaten Bogor masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) setelah ia memeriksakan kesehatan dirinya ke RSPAD Gatot Subroto, DKI Jakarta.

Namun karena ruang isolasi di RSPAD Gatot Subroto penuh akhirnya dia diharuskan mengisolasi secara mandiri, karena dirinya khawatir penyakitnya tertular ke keluarganya akhirnya anggota legislatif tersebut diisolasi di RSUD Cibinong.

"Satu dari 55 orang  pimpinan ataupun anggota DPRD Kabupaten Bogor dinyatakan PDP dengan gejalan penyakit lainnya Inspeks Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Karena saat diperiksa RSPAD Gatot Subroto ruang isolasinya penuh akhirnya saya meminta agar beliau diisolasI di RSUD Cibinong agar penyakit tersebut tidak menular ke keluarganya," ujar Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto kepada wartawan, Jumat (20/3).

Politisi Partai Gerindra ini berharap agar RSUD  maupun RS rujukan tanggap darurat Corvid 19 atau virus corona di Kabupaten Bogor memiliki stok alat tes virus corona yaitu Viral Transport Medium (VTM).

"Alat test virus corona VTM ini penting karena alat inilah yang mengetes apakah pasien atau masyarakat tersebut terkonfirmasi atau positif terjangkit virus corona hingga kami berharap alat tersebut tersedia di RSUD Cibinong, RSUD Ciawi dan RS Paru Dr Goenawan Partowidigdo, Cisarua," harapnya.

Rudy menuturkan agar antisipasi penyebaran virus corona berjalan efektif, maka ia pun meminta Sekretariat DPRD Kabupaten Bogor membuat risalah perjalanan dinas pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bogor.

"Anggota DPRD ini memang pernah melakukan perjalanan dinas atau kunjungan kerja ke luar daerah bersama komisinya, namun kita berdoa agar beliau negatif virus corona. Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di lingkup Gedung DPRD Kabupaten Bogor ni saya meminta dibuat risalah perjalanan dinas baik pimpinan, anggota maupun staf DPRD Kabupaten Bogor," tutur Rudy. 

Ia menambahkan agar kedepan, Pemkab Bogor secara transparan mengumumkan jumlah PDP, Orang Dalam Pemantauan (ODP) ataupun pasien yang terkonfirmasi atau positif virus corona.

"Saya minta data - data PDP, ODP dan pasien yang terkonfirmasi atau positif virus corona itu dibuka secara transparan tetapi sesuai etika, hal ini agar masyarakat waspada dan membatasi interaksi sosialnya (social distancing)," tambahnya