40 Titik Disemprot Disinfektan di Bogor, Kalau Bisa Lewat Udara

40 Titik Disemprot Disinfektan di Bogor, Kalau Bisa Lewat Udara
INILAH, Bogor - Pemerintah Kota Bogor terus berupaya mengurangi penyebaran virus Covid-19. Rencananya 40 titik di Kota Bogor akan disemprot disinfektan, bahkan penyemprotan dari udara akan dilakukan apabila memungkinkan.
 
"Kalau hal-hal mengenai langkah penyemprotan disinfektan di Kota Bogor, kita sudah putuskan dilakukan 40 titik. Menghadapi situasi ini unpredictable, kami tetap membeli peralatan yang dibutuhkan, meminta bantuan pusat, koordinasi dengan BNPB dan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. Segala daya upaya terus kami lakukan," ungkap Dedie kepada wartawan pada Minggu (23/3/2020) malam.
 
Dedie melanjutkan, penyemprotan disinfektan massal itu akan dilakukan dua atau tiga hari mendatang, atau pasti dilakukan Minggu ini. Termasuk untuk penyemprotan desinfektan dari udara.
 
"Itu nanti ditanyakan kepada Danlanud Atang Sanjaya yah, apapun usaha yang bisa ditemukan coba kita lakukan. Bisa iya bisa enggak dilakukan. Dengan helikopter berapa banyak bisa menampung desinfektan?, belum tau juga. Tapi namanya pemikiran dan saran kami tampung juga dicoba. Saat rapat dengan gubernur Jawa Barat juga ada dari Lanud ATS," tambahnya.
 
Dedie menjelaskan, pencairan dana Biaya Tak Terduga (BTT) masih proses pos anggarannya, tapi tadi diberikan kesempatan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mau langsung ataupun tidak langsung untuk segera menyampaikan usulan anggaran. 
 
"Kami sudah komunikasi dengan DPRD Kota Bogor, langsung dengan Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto," tutur Dedie.
 
Dedie memaparkan, untuk rapid test secara massal, jumlahnya belum diketahui, apakah Jawa Barat bisa dapat 20 ribu atau tetap 10 ribu dan pastinya dibagi lagi dari jumlah tersebut ke semua wilayah endemis Covid-19 di Jawa Barat termasuk Kota Bogor.
 
"Berapa banyak jumlahnya?, kami belum tahu. 8.000 sampai 10 ribu itu untuk Jawa Barat dan dibagi 27 kabupaten dan kota. Paling Kota Bogor hanya berapa ratus lah," pungkasnya.
 
Sementara itu, dari data terakhir pada Minggu (22/3/2020) malam, jumlah pasien Covid-19 di Kota Bogor bertambah. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno dalam keterangan tertulis, menyampaikan untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 205 orang dan sudab selesai 30 orang, dalam pemantauan  ada 175 orang. Kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) total berjumlah delapan orang dan satu selesai, tujuh orang masih dirawat di IGD.
 
"Yang terkonfirmasi positif Covid-19 jumlahnya menjadi tujuh, dalam pengawasan ada enam orang d RS Siloam, RS Senioe Hospital dan RSUD Kota Bogor. Untuk pasien meninggal satu orang," pungkasnya. (rizki mauludi)