Dewan Kab Bogor Cek Kesiapan RSUD Hadapi Virus Corona

Dewan Kab Bogor Cek Kesiapan RSUD Hadapi Virus Corona
istimewa

INILAH, Bogor - DPRD Kabupaten Bogor melakukan pengecekan kesiapan penangganan penyebaran wabah virus corona (corvid 19) di sejumlah RSUD, langkah ini untuk memastikan kesiapsiagaan Pemkab Bogor.

 

"Pada prinsipnya RSUD Leuwiliang sudah siap dengan kesiapan dokternya. Karena yang paling penting itu kesiapan tenaga medis. Seperti ahli patologi ada, ahli paru, semua sudah disiapkan," kata Romli, Selasa (24/3) di RSUD Leuwiliang.

 

Politisi PPP inj menerangkan untuk kesiapan ruangan isolasi, ia mengaku masih ada kekurangan. RSUD Leuwiliang baru memiliki satu kamar ruang isolasi yang terdiri dari 2 tempat tidur. Saat ini tuturnya RSUD Leuwiliang sedang melakukan pembangunan penambahan ruang isolasi yang pengerjaannya dipastikan bisa selesai kurang dari satu bulan.

 

"Ruang isolasinya memang sedang dalam pengerjaan, kira-kira dua minggu atau satu bulan paling lambat selesai. Penambahannya sekitar 19 ruang isolasi, jadi total nanti ada sekitar 20 ruang isolasi," terangnya.

 

Selain itu, Romli juga mengecek kesiapan peralatan di RSUD Leuwiliang. Dirinya meminta RSUD berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengusulkan kebutuhan peralatan. Termasuk memastikan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis mencukupi. Sebab, Pemkab Bogor telah menganggarkan Rp80 miliar untuk penanganan corona.

 

"Terkait peralatan ini memang harus didukung pemda. Sekarang sambil jalan, memang masih kekurangan seperti APD. Uangnya ada untuk beli, tetapi barangnya belum ada. Jadi kita sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan agar ini cepat teratasi. Karena semua tenaga medisnya butuh APD itu untuk menjamin mereka tidak terpapar virus sangat menular ini," ucap Romli.

 

Selain itu, ada sejumlah catatan untuk antisipasi corona ke depannya. Pertama soal rapid tes atau tes massal corona. RSUD harus memprioritaskan orang dalam resiko (ODR) seperti tenaga medis, orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan lingkar dalam positif corona.

 

"Harus didahulukan untuk mereka yang prioritas. Alat rapid tes corvidnya kemungkinan baru akan sampai sore ini dari Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, jadi besok sudah bisa mulai tesnya," tambahnya.

 

Romli dalam kesempatan ini meminta RSUD aktif melakukan pencegahan dengan memberikan edukasi ke masyarakat terkait virus corona. Langkah ini juga harus dibantu semua elemen masyarakat agar sosialisasi semakin massif.

 

"Makanya tingkat akurasi sosialisasi informasi virus corona harus benar-benar valid. Puskesmas, muspika, pemerintah desa dan rumah sakit koordinasinya harus betul-betul sinergis agar data yang disajikan sama dan valid. Sehingga masyaraat tidak resah," tandasnya.

 

Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengaku pengecekan dilakukan di semua RSUD Kabupaten Bogor. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk sinergitas Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menangani pandemi corona.

 

"Legislatif sepakat sinergi untuk bersama-sama melawan virus corona. Kita ingin semua sudah dalam keadaan siap siaga sehingga masyarakat Bumi Tegar Beriman tidak resah," ungkap Rudy. (Reza Zurifwan)