Pandemi Corona, Pelaku Usaha Konveksi di Kab Bandung Menjerit

Pandemi Corona, Pelaku Usaha Konveksi di Kab Bandung Menjerit

NILAH,Bandung- Wabah virus corona (Covid-19) membuat ekonomi masyarakat semakin berat. Salah satunya dirasakan oleh para pelaku UMKM konveksi pakaian jadi yang banyak tersebar di Kabupaten Bandung. 

Hal tersebut diakui oleh pelaku usaha konveksi pakaian jadi di Kampung Mekarsari Desa/Kecamatan  Kutawaringin, Ujang Suparno. Menurutnya, usaha konveksi pakaian jadi seperti jeans, denim, busana Muslim dan lain sebagainya yang biasa diproduksi oleh ratusan pelaku UMKM di Kampung Mekarsari saat ini merasakan dampak negatif dari wabah virus Corona itu.

 Jika dalam kondisi normal, kata Ujang, dalam satu minggu ia biasa dua hingga tiga kali keluar rumah untuk memasarkan barang dan belanja bahan baku. Namun sejak merebaknya wabah virus Corona ia dan pelaku usaha konveksi lainnnya membatasi diri.

"Biasanya para pengusaha konveksi di Kabupaten Bandung itu memasarkan produknya ke Jakarta, Tegal Gubug Cirebon dan beberapa tempat lainnya. Tapi karena ada wabah virus Corona, meskipun saat ini masih berjalan tapi perdagangan sepi sekali. Yah karena konsumennya juga takut mau datang ke toko dan pasar pasar untuk belanja juga," kata Ujang melalui ponselnya, Rabu (25/3/2020).

Dikatakan Ujang, biasanya, sekitar satu bulan menjelang puasa Ramadan dan hari Raya Idul Fitri seperti sekarang ini, adalah waktunya "marema" (ramai pembeli) serta para produsen pakaian jadi ini tengah giat meningkatman produksinya untuk memenuhi permintaan pasar. Namun saat ini, karena pandemi virus Corona, mereka lebih banyak menahan diri. Karena tidak tahu sampai kapan badai wabah virus Corona ini akan berakhir.

"Sekarang kebanyakan masih menunggu. Kalau produksi masih tetap berjalan, yah paling tidak menghabiskan stok bahan yang ada. Selain itu walaupun pasar sepi tapi kan kami harus persiapan untuk lebaran nanti. Semoga saja wabah Corona ini segera usai agar perekonomian masyarakat bisa segera bangkit," ujarnya. 

Ujang menjelaskan, hantaman wabah virus corona ini, sangat besar dampaknya terhadap para pelaku UMKM seperti dirinya. Omzet penjualan para pelaku UMKM pakaian jadi di Kabupaten Bandung, rata rata mengalami penurunan lebih dari 50 persen. Ini terjadi karena pasar terbesar mereka di Tanah Abang di Jakarta menjadi sepi. Begitu juga dengan pasar lainnya pun turut sepi. Karena masyarakat takut untuk pergi ke pasar dan toko. Otomatis, toko dan glosir yang biasanya menjadi langganan para pelaku usaha konveksi ini pun lebih banyak menahan diri.

"Saya rasa semua jenis usaha sekarang sepi. Orang orang takut untuk keluar rumah. Daya beli masyarakat juga terus melemah. Semoga upaya penanggulangan virus corona yang tengah dilakukan pemerintah segera berhasil. Karena dampaknya benar benar kami rasakan," katanya. (rd dani r nugraha).