Kab Bogor Perpanjang Masa Belajar di Rumah

Kab Bogor Perpanjang Masa Belajar di Rumah
Ilustrasi/Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Masa belajar di rumah untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bogor diperpanjang hingga Sabtu (11/4) mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Entis Sutisma mengatakan keputusan perpanjangan masa belajar di rumah itu atas perintah yang dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Bogor Ade Yasin nomor 360/06-BPBD/2020 tentang penetapan status siaga darurat bencana non alam akibat virus corona.

“Berdasarkan SK Bupati Bogor tersebut, Dinas Pendidikan pun memberikan surat edaran nomor 421/408-Disdik yang menyatakan masa belajar di rumah diperpanjang hingga Sabtu (11/4) mendatang,” kata Entis kepada wartawan, Rabu (25/3).

Dia menerangkan selain jenjang PAUD hingga SMP, jenjang Pendidikan Non Formal (PNF) yang berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor juga diperpanjang masa belajar di rumahnya.

“Jenjang PNF juga kami perpanjang masa belajar di rumahnya. Kalau untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) setahu saya juga sudah diliburkan atas keputusan Gubernur Jawa Barat, sementara jenjang mahasiswa itu bukan wewenang kami,” terangnya.

Mantan Camat Ciampea ini menjelaskan alasan perpanjang masa belajar di rumah ini juga dalam rangka kewaspadaan penyebaran penyakit atau wabah virus corona (Covid 19).

“Perpanjangan masa belajar di rumah ini masih dalam rangka kewaspadaan terhadap risiko penyebaran wabah virus corona di lingkungan sekolah. Untuk waktu ujian nasional atau semester juga diundur hingga waktu yang belum ditentukan,” jelas Entis. 

Sementara itu, kasus positif pengidap Covid-19 di Kabupaten Bogor bertambah satu orang lagi. Dia adalah warga Kecamatan Cileungsi, berjenis kelamin wanita, berusia 23 tahun.

“Kasus terbaru hingga Selasa malam yang positif wabah virus corona adalah warga Cileungsi. Pasien tersebut langsung dirujuk ke RS Darurat Wisma Atlet di Jakarta,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin, Rabu (25/3).

Dia menerangkan untuk jumlah orang dalam pantauan (ODP) ada 146 orang di mana 90 kasus diantaranya sudah selesai, sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 55 orang di mana 18 kasus sudah dinayatakan selesai.

“Jumlah ODP pada hari ini meningkat dari 133 orang menjadi 146 orang di mana 90 orang diantaranya dinyatakan negatif, sementara jumlah PDP juga naik menjadi 55 orang dari sebelumnya  33 orang di mana 18 orang diantaranya dinyatakan negatif wabah menular ini,” terangnya. (reza zurifwan/ing)