Kasihan, Warung Bakso Toto Tutup karena di Teror Warganet

Kasihan, Warung Bakso Toto Tutup karena di Teror Warganet

NILAH,Bandung- Toto Agustin (41) warga Kampung Babakan Cedok, Desa Pangauban, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, kini harus pasrah untuk tidak berjualan bakso. Karena ia dan istri, Asriah, terus menerus mendapat teror sejumlah orang akibat ulah tangan oknum warga tak bertanggung jawab.

Teror yang ia dapatkan berawal dari terunggahnya foto warung bakso miliknya di akun facebook bernama Jefsen Satria. Akun Jefsen Satria memposting ujaran kebencian yang dilayangkan kepada Presiden Joko Widodo terkait meninggalnya  Ibunda, Sujiatmi Notomiharjo.

Unggahan postingan ujaran kebencian yang diunggah oleh akun Facebook Jefsen Satria tersebut dengan menuliskan  "Selamat atas matinya mak jokowi kmi rakyat trtama umat islam...sangat bagagia dan bersuka ria... Smga anak dan jkowi cpat nyusul ke nrka ya.amin.yg ga bersuka ria itu hanya cinakomunis,dan kafir piki...pki betina bukanbsh yg mati.."

Unggahan di akun facebook tersebut hingga saat ini berdasarkan pantauan telah dihujani sebanyak 44 ribu kecaman dan komentar pedas dari warganet dan 13 ribu kali dibagikan.

Kanit Reskrim Polsek Katapang, AKP Dwi Noor mengatakan, dari konfirmasi anggota kepolisian setelah menemui dan menginterogasi Toto, diketahui jika Toto dan pemilik akun facebook tidak saling kenal.

"Setelah petugas Bahabinkamtibmas mendatangi saudara Toto, dan akhirnya membawa saudara Totok ke MApolsek Katapang, diketahui dia dan pemilik akun tidak saling kenal," kata Dwi via sambunghan telepon, Kamis (26/3/2020).

Dikatakan  Dwi, foto warung bakso "Doyok" yang diunggah di akun Facebook tersebut memang benar milik  Toto. Namun, Toto tak mengetahui jika foto warung baksonya tersebut diunggah di akun Facebook.

"Karena di banner warung baksonya ada nomor hp saudara Toto yang memang digunakan untuk pesanan online, maka yang bersangkutan terus mendapat teror. Karena foto warung baksonya ikut ada di akun facebook itu.  Makanya, yang bersangkutan akhirnya sampai saat ini tidak berdagang karena takut," ujarnya.

Menurut Dwi, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terhadap akun facebook tersebut. Hingga saat ini, kata dia, pihak kepolisian belum bisa menentukan lebih lanjut apakah akun facebook itu asli atau tidak. Namun, ia memastikan jika adanya foto warung bakso yang diposting di akun tersebut adalah berita palsu.

"Intinya untuk foto warung bakso tidak benar. Warung bakso itu milik saudara Toto. Sementara yang bersangkutan tidak kenal dengan pemilik akun atau foto orang yang ada di akun tersebut," katanya.

Menurut Dwi, pihak kepolisian saat ini akan terus melakukan pendampingan dan perlindungan kepada Toto dan keluarganya akibat banyaknya teror yang bermunculan. Karena, Toto adalah korban salah sasaran dari luapan kemarahan warganet yang notabene harusnya dilampiaskan kepada pemilik akun facebook Jesen Satria.

"Saya imbau pada masyarakat yang mendapat informasi di media sosial, untuk cek dan ricek terlebih dahulu kebenarannya. BIsa menanyakan ke aparat desa setempat atau kepolisian setempat," ujarnya. (rd dani r nugraha).