BI Siapkan Uang Tunai Rp450 Triliun untuk Enam Bulan

BI Siapkan Uang Tunai Rp450 Triliun untuk Enam Bulan
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Jakarta- Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebutkan pihaknya telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp450 triliun yang akan diedarkan ke mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk mencukupi kebutuhan masyarakat selama enam bulan ke depan.

Perry mengatakan Bank Indonesia bekerja sama dengan industri perbankan dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) sejak dua pekan lalu untuk mendistribusikan uang tunai tersebut ke mesin ATM.

“Stok kami lebih dari cukup untuk memenuhi hampir enam bulan kebutuhan yang sekitar Rp450 triliun. Kami bekerja sama dari dua minggu lalu dengan perbankan dan asosiasi sistem pembayaran untuk menambah uang di ATM dengan uang yang baru,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Perry menyatakan pihaknya telah mengkarantina uang-uang yang disetorkan oleh perbankan selama 14 hari sejak ditetapkannya masa darurat akibat wabah Virus Corona baru atau COVID-19 pada awal Maret lalu.

“Begitu Satgas menetapkan masa darurat sampai 29 Mei kami sudah mengkarantina uang-uang yang disetorkan oleh perbankan. Kami berterima kasih kepada perbankan dan industri sistem pembayaran atas kerja sama yang erat,” ujarnya.

Tak hanya itu, Bank Indonesia juga telah berkoordinasi dan memberikan instruksi kepada 46 kantor bank di Indonesia agar mengganti uang-uang di ATM dengan yang baru kemudian menyetorkan uang yang lama untuk dikarantina.

“Kami menginstruksikan seluruh 46 kantor bank di Indonesia untuk terus mengganti uang-uang di ATM dengan uang baru,” ujarnya.

Meski demikian, Perry pun tetap mengimbau agar masyarakat dapat bertransaksi secara nontunai dalam rangka menekan penyebaran Virus Corona di Indonesia melalui uang tunai.

“Uang elektronik digunakan, mobile banking digunakan, internet banking digunakan, dan jangan lupa untuk menggunakan QRIS yang sudah kami kampanyekan,” tegasnya.

Menurut Perry, bertransaksi secara nontunai juga lebih mudah, cepat, dan efisien sehingga masyarakat tidak perlu keluar rumah untuk membeli kebutuhan hidupnya.

“Terima kasih kepada industri yang mendukung dengan perpanjang masa berlaku MDR (merchant discount rate) dari Mei sampai Desember sehingga kita tidak perlu keluar rumah membayar berbagai kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Selain itu, Perry mengatakan Bank Indonesia telah menurunkan biaya Sistem Kliring Nasional BI atau SKNBI dari bank ke nasabah yang semula Rp3.500 menjadi Rp2.900 per transaksi sehingga lebih ringan.

“Sedangkan bank ke BI kami menggratiskan Rp1 karena enggak bisa nol. Mari masyarakat semakin banyak menggunakan nontunai untuk ikut mencegah penyebaran COVID-19 dan mempermudah transaksi,” katanya.