Sampai Kapan Siswa di Bandung Belajar di Rumah? Ini Jawaban Pemkot

Sampai Kapan  Siswa di Bandung Belajar di Rumah? Ini Jawaban Pemkot
Ilustrasi/ANTARA FOTO

INILAH, Bandung - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung mulai mempertimbangkan perpanjangan massa kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah bagi para siswa melihat perkembangan situasi wabah covid-19 di Indonesia, khususnya Kota Bandung.

“Kalau melihat perkembangan dengan semakin meningkatnya penyebaran Covid-19, melihat angka bertambahnya ODP (Orang dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien dalam Pengawasan), kemungkinan kita akan berikan usulan kepada pimpinan untuk memperpanjang masa belajar di rumah,” kata Kadinkes Kota Bandung Hikmat Ginanjar  pada Kamis (26/3/2020).

Dia menilai, perpanjangan masa belajar di rumah perlu dilaksanakan untuk menjaga agar wabah virus corona tidak terus meluas. Pihaknya masih berkoordinasi dengan Disdik Provinsi Jawa Barat untuk mempertimbangkan jangka waktu massa belajar di rumah.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, juga mempertimbangkan keputusan nasional dari Kementerian Pendidikan,” ucapnya.

Kendati perlu memperpanjang masa belajar di rumah, dia memastikan perangkat pembelajaran dan mekanisme evaluasi hasil belajar sudah dipersiapkan. Ia berharap seluruh komponen pendidikan bisa bekerja sama.

“Kita sudah mempersiapkan beberapa perencanaan, rancangan persiapan, panduan belajar mengajar. Kita sudah ada. Jadi kalau ada kebijakan misalnya diperpanjang, penilaian hasil belajar juga ada penyesuaian,” ujar dia.

Penilaian tersebut, dituturkan dia bisa berasal dari hasil pembelajaran daring, model portofolio, dan beberapa penugasan kepada siswa. Demikan halnya dengan ujian nasional yang sudah dihapuskan pemerintah pusat.

“Hal positifnya dari tidak ada UN itu hasil prestasi siswa dari semester satu, dua, dan seterusnya menjadi lebih berharga karena ada penilaian dari nilai rapot,” ucapnya.

Hikmat pun berharap agar para siswa bisa segera belajar seperti sedia kala. Sebab, dia mengaku banyak menerima informasi dari para siswa yang sudah rindu ingin kembali ke sekolah.

“Ada banyak masukan dari para orang tua, mungkin biasanya anak belajar di sekolah sekarang harus di rumah. Termasuk siswa yang sudah pada kangen dengan guru-gurunya. Tapi ini jadi momentum yang baik agar orang tua bisa lebih dekat dengan anak,” ujar dia.

Meski bukan tanpa kendala, namun dia mengemukakan sebagian besar pembelajaran bisa berlangsung dengan lancar. Sekolah juga menyiapkan lembar kerja peserta didik bagi siswa yang terkendala dalam mengakses materi secara daring.

“Situasi ini harus dipahami oleh semua pihak. Kekurangan ada, tapi sedikit demi sedikit kita sempurnakan. Semua pihak baik orang tua, siswa, dan para guru saling melengkapi sistem ini,” tandasnya. (yogo triastopo)