Anggota DPRD Jabar Dukung Pemberian Bantuan Pangan Selama Wabah Corona 

Anggota DPRD Jabar Dukung Pemberian Bantuan Pangan Selama Wabah Corona 
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Anggota Komisi V DPRD Jabar Dadang Supriatna mendukung upaya penyediaan kebutuhan dasar terutama pangan untuk masyarakat yang terdampak wabah virus corona. Saat ini, Pemprov dan DPRD Jabar sepakat mengalihkan Rp5 triliun anggarannya untuk penanganan wabah corona.

"Anggaran Pemprov Jabar itu Rp46 triliun, kami DPRD sudah sepakat dengan eksekutif untuk mengalihkan Rp5 triliun untuk menangani pandemi corona. Anggaran sebesar itu bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama dua pekan diam dirumah. Ini sangat penting, kalau dipenuhi kebutuhan dasarnya, pasti masyarakat bisa disiplin dan tidak memaksakan diri keluar rumah untuk mencari nafkah. Dengan begitu, Insa Alloh wabah virus corona bisa segera berakhir,"kata Dadang yang juga warga Kabupaten Bandung di Soreang, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, anggaran sebesara Rp5 triliun ini jika dibagikan untuk 10 ribu Kepala Keluarga (KK) sama dengan per KK mendapatkan bantuan sebesar Rp500 ribu. Jumlah itu tentu tidak akan bisa menutupi kebutuhan semua warga Jabar yang jumlahnya kurang lebih 50 juta jiwa. Namun, paling tidak,anggaran itu bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga dibeberapa daerah yang dinyatakan sebagai zona merah. Terutama di daerah yang diketahui ada warganya yang masuk dalam orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pemantauan (PDP), dan positif Covid-19.

"Memang kalau melihat ideal kebutuhan masyarat itu sangat relatif yah karena masing masing keluarga pasti berbeda. Tapi paling tidak ada bantuan dari pemerintah agar masyarakat yang disuruh diam di rumah itu tenang. Dan bantuan ini diberikan pada masyarakat diluar penerima bantuan PKH dan BPNT," ujarnya.

Dadang menyebutkan, pemberian bantuan langsung pada masyarakat ini relatif memungkinkan karena telah diatur dalam Keputusan Presiden (Kepres) No 4/2020.

"Jadi untuk sekarang ini pemerintah harus fokus pada penanganan darurat wabah corona. Termasuk pemerintah desa, ibaratnya nanti aja dulu pembangunan gang desa. Sekarang mah semua fokus pada kondisi darurat wabah corona. Termasuk penggunaan anggarannya harus fokus ke sana," katanya.

Selain itu, dia sepakat dengan wacana lockdown secara lokal di Jabar atau di beberapa daerah yang dinyatakan sebagai zona merah. Sebab, sejatinya pemberlakuan lockdown itu cukup efektif memutus penyebaran virus. (Dani R Nugraha)