Lockdown Lokal Segera Diberlakukan, Kebutuhan Masyarakat Kudu Dipenuhi

Lockdown Lokal Segera Diberlakukan, Kebutuhan Masyarakat Kudu Dipenuhi
istimewa

INILAH, Bogor - Plt Wali Kota Bogor Dedie A Rachim  segera memberlakukan kebijakan lockdown lokal. Menyikapi rencana itu, anggota DPRD Kota Bogor memberikan masukan sebelum dilakukan kebijakan tersbeut kebutuhan masyarakat harus terpenuhi dahulu.

Dedie melanjutkan, kebijakan lockdown lokal yang akan diterapkan Pemkot dan Pemkab Bogor meliputi kegiatan transportasi, wisata, belajar mengajar, tempat peribadatan, dan perkantoran.

"Sebelumnya sudah dikeluarkan kebijakan untuk melakukan physical distancing, nampaknya kebijakan local lockdown akan menjadi solusi jitu menekan angka penyebaran menjelang memasuki bulan suci Ramadan," tambahnya.

Menurutnya, di Indonesia terdapat beberapa wilayah yang memberlakukan lockdown lokal seperti Kalimantan Timur, Jaya Wijaya Papua, Tegal, Tasikmalaya, dan Kecamatan Kutaraja Aceh.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Endah Purwanti mengatakan, melihat dan mengamati kasus Covid-19 di Kota Bogor, dirinya memberikan usul dan masukan. Pertama untuk prioritas utama pemeriksaan swab adalah tenaga medis yang hari ini posisinya sebagai tentara untuk memerangi Covid-19 di Kota Bogor.

"Kedua, harus juga dibentuknya relawan Covid-19 per RW, saat ini baru surveilans hanya per puskesmas satu. Mendesak ketua gugus tugas tim Covid-19 Kota Bogor membuat surat permohonan pengajuan rapid test dan APD ke Pusat untuk Kota Bogor, mengingat Kota Bogor masuk ke area merah dan sebagai tempat tinggal sementara Presiden RI," tuturnya.

Endah melanjutkan, dirinya mendesak Sekda Kota Bogor melakukan penambahan SDM di Dinkes terutama di Puskesmas. Sebab, beberapa tenaga medis Puskesmas itu masuk sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Dirinya juga mendesak dinas pertanian dan ketahanan pangan mengadakan pasar murah di tiap kelurahan untuk antisipasi kerawanan pangan.

"Saya mendesak agar segera di lakukan koordinasi untuk antisipasi ketika harus ada pergeseran anggaran untuk kondisi yang sangat sulit saat lockdown. Terutama memastikan setiap keluarga di Kota Bogor tercukupi kebutuhan hidup dasarnya," pungkasnya. (Rizki Mauludi)