Imbangi Produksi Sampah, Pemkab Purwakarta Berencana Perluas TPA Cikolotok

Imbangi Produksi Sampah, Pemkab Purwakarta Berencana Perluas TPA Cikolotok
ilustrasi/net

INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta berencana menambah daya tampung tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Cikolotok di Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan. Hal itu dilakukan, guna mengimbangi jumlah produksi sampah di masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta Acep Yulimulya menuturkan, saat ini lebih dari 700 meter kubik sampah dibuang ke TPA Cikolotok setiap harinya. Itupun, kata dia, sampah yang terangkut armada sampah milik pemerintah.

“Dua tahun lalu sih, produksi sampah ini mungkin masih di angka 500 m2 per harinya. Tapi, saat ini setiap hari rata-rata sekitar 731 m2 yang dibuang ke Cikolotok,” ujar Acep kepada INILAH, Senin (30/3/2020).

Atas dasar itu, menurut Acep sudah seharusnya upaya penambahan area TPA dilakukan. Hal itu, guna mengimbangi jumlah produksi sampah ini. Sehingga, daya tampungnya bisa lebih bertahan lama.

Acep menjelaskan, TPA Cikolotok sudah beroperasi dalam kurun waktu 14 tahun terakhir. Adapun luas area pembuangan sampah ini, mencapai 9,1 hektare. Menurutnya, memang sudah perlu perluasan area sebagai daya dukung.

“Penambahan areal TPA ini, tak lain untuk mendukung kapasitas TPA sebagai lokasi pembuangan akhir sampah,” jelas dia.

Acep menuturkan, tahun ini pihaknya telah mengusulkan anggaran untuk penambahan area TPA tersebut. Adapun penambahan lahan yang diusulkan, seluas 9.000 meter persegi. Sehingga luasnya genap jadi 10 hektare.

“Untuk anggaran yang kami usulkan sebesar Rp500 juta. Anggaran tersebut untuk kebutuhan pembebasan lahan," tambah Acep.

Alasan lain penambahan luasan lahan TPA ini, sambung dia, salah satunya untuk mendorong penerapan metode Sanitary Landfill. Dengan begitu, perlu dukungan lahan yang cukup luas. Mengingat, selama ini di TPA tersebut masih menggunakan pola kontrol landfill.

Menurut dia, dengan adanya penambahan lahan tersebut TPA Cikolotok bisa dimanfaatkan selama 15 tahun ke depan. Apalagi, dengan penerap metode sanitary landfill dalam mengelolasampah, ke depan sampah yang dibuang ke Cikolotok bisa diurai dengan cepat.

“Mohon dukungannya, supaya kedepan pengelolaan sampah di Purwakarta sudah mengaplikasikan metode sanitary land fill,” pungkasnya. (Asep Mulyana)