Pemprov Jabar Godok Bantuan Rp500 Ribu untuk Satu Juta Kepala Keluarga

Pemprov Jabar Godok Bantuan Rp500 Ribu untuk Satu Juta Kepala Keluarga

INILAH, Bandung – Guna meringankan beban masyarakat akibat dari pandemi corona virus disease 2019 (covid-19), Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menganggarkan bantuan untuk satu juta kepala keluarga. Wacananya, masing-masing keluarga akan menerima dana manfaat senilai Rp500 ribu.

Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Dadang Kurniawan mengatakan, pemberian dana manfaat bagi masyarakat terdampak tersebut sudah disepakati dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu antara pihaknya dan Pemprov. Saat ini, pihaknya tengah menunggu hasil data dari tim yang ditunjuk agar bantuan tersebut tepat sasaran.

“Sekarang kita dan Pemprov Jabar terus berupaya untuk mengatasi dampak dari virus ini. Pemerintah sudah siapkan anggaran untuk penanganan, salah satunya dengan memberikan dana manfaat kepada masyarakat yang ekonominya terdampak. Kita sudah sepakati, untuk tahap awal kita akan berikan Rp500 ribu per kepala keluarga. Bantuan ini untuk satu juta kepala keluarga di Jawa Barat. Sekarang kami sedang menunggu hasil datanya dari tim peneliti dari Unpad,” ujar Dadang kepada INILAH, Senin (30/3/2020).

Kendati demikian, Dadang menambahkan pihaknya juga tetap akan berkoordinasi dengan desa karena meyakini jumlah tersebut lebih dari target satu juta kepala keluarga yang sudah disepakati. Dia berharap, dengan adanya bantuan dari provinsi, pusat serta pemerintah kota dan kabupaten, dapat mengatasi persoalan ekonomi masyarakat imbas dari corona.

“Kita juga akan koordinasi dengan pemerintah desa dan akan menyesuaikannya dengan data dari tim ahli Unpad. Soalnya Desa lebih tahu karena sudah pengalaman seperti memberikan BLT. Bantuan untuk satu juta kepala keluarga ini, kami prioritaskan kepada masyarakat yang ekonominya menjadi sulit karena corona, seperti buruh pabrik, buruh tani. Jadi yang sebelumnya ekonominya baik-baik saja, tetapi karena ada corona jadi sulit. Miskin dadakan, kalau kata pak gubernur. Nah itu yang kita utamakan. Serta masyarakat yang memang sebelumnya juga lemah,” terang Dadang.

“Kita juga memperkirakan yang akan menerima bantuan akan lebih dari target. Untungnya, setelah koordinasi dengan kota dan kabupaten. Ada beberapa daerah yang juga siap membantu memberikan bantuan kepada masyarakat. Salah satunya Kota Bandung. Karena terus terang, kalau hanya ditanggung provinsi saja, berat. Alhamdulillah, selain dari pusat ada juga beberapa daerah yang siap bantu. Kita berharap kerjasama ini bisa membantu menyelesaikan musibah ini,” sambungnya.

Sementara itu, mengenai sumber dana yang dikucurkan dia mengakui saat ini menggunakan dana cadangan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Bahkan kata dia, pihaknya sudah siap mengakomodasi pemanfaatan dana lain dari dana pergeseran demi menuntaskan pandemi corona di Jawa Barat.

“Sementara memang kita masih menggunakan dana cadangan. Nanti kita akan mengarah ke dana pergeseran, jika diperlukan. Kegiatan yang anggarannya bisa ditunda tahun depan, akan kita gunakan lebih dulu untuk mengatasi musibah ini. Bukan berarti urusan lain tidak penting. Tetapi kita prioritaskan dulu untuk selesaikan musibah ini,” tandasnya. (Yuliantono)