Angka ODP dan Positif Covid-19 Meningkat, Begini Reaksi Pemkot Bogor

Angka ODP dan Positif Covid-19 Meningkat, Begini Reaksi Pemkot Bogor
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor mengalami kenaikan setelah dilakukan rapid test kepada Orang Dalam Resiko (ODR) dan ODP. Karena itu Wakil Wali Kota Bogor mengeluarkan arahan penguatan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kota Bogor.

Plt Kepala Dinas Kesehat (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyampaikan, data ODP, Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan terkonfirmasi positif Covid-19 Kota Bogor, ODP saat ini ada 654 orang.

"Untuk PDP jumlahnya 46 orang dengan selesai enam orang, dalam pengawasan di Rumah Sakit (RS) ada 29 orang, serta diketahui ada 11 orang yang meninggal dalam Status PDP. Saat ini masih menunggu hasil lab swab dari 

Litbangkes Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Untuk jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 jumlahnya menjadi 18 orang dengan dalam pengawasan RS 14 orang, kemudian ada empat orang yang meninggal. Terdapat penambahan jumlah pasien terkonfirmasi positif 10 orang jadi total 18 orang," ungkapnya dalam keterangan tertulisnya pada Senin (30/3/2020) sore.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menegaskan, tujuan rapid test untuk memetakan sebaran dan asal-usul klaster seseorang terpapar dari mana. Untuk yang orang yang positif saat diperiksa langsung diidentifikasi dan dipetakan lebih detail, sekaligus ditangani RSUD untuk swab test dan treatment selanjutnya.

"Yang akan ditest sudah dipetakan. Hanya ODR, ODP dan lingkar dalam positif Covid-19. Untuk ODP karantina mandiri di rumah, PDP dan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dikarantina medis di RSUD Kota Bogor atau dua RS lain yang memiliki fasilitas isolasi bertekanan negatif," tuturnya.

Semetara itu Kabag Hukum dan HAM pada Setda Kota Bogor, Alma Wiranta membeberkan, Wakil Wali Kota Bogor mengeluarkan arahan penguatan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kota Bogor. Yang isinya dirinya mengambil inisiatif untuk menyampaikan ini secara langsung melalui media sosial merebaknya kekhawatiran terhadap penyebaran Covid-19 yang sangat masif tanpa terkecuali di masyarakat Kota Bogor. 

"Wakil Wali Kota Bogor mengharapkan penyelenggaraan percepatan penanganan wabah penyakit Covid-19 dapat dilakukan secara intensif, total, terpadu, terarah dan semua pihak berkoordinasi serta bersinergi melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Bogor," terangnya.

Alma melanjutkan, gugus tugas yang dibentuk ini sebagai sarana komunikasi untuk memberikan solusi dalam penanganan wabah penyakit Covid-19 di Kota Bogor secara lintas sektoral. Agar semua pihak dapat memastikan bahwa tidak ada hambatan dan kendala dalam pencegahan maupun penanganan wabah penyakit Covid-19 di masyarakat Kota Bogor melalui penyemprotan disinfektan, pembatasan kegiatan dan mematuhi protokol yang telah disampaikan oleh pemerintah sebagaimana karantina wilayah.

"Masih dalam isi suratnya, pada kesempatan ini, sebagai penguatan terhadap Gugus Tugas penanganan Covid-19 yang berlokasi di Rumdis Wali Kota Bogor sebagai Pusat Crisis Center Kota Bogor, kami atas nama Pemerintah Kota Bogor mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memberikan sumbangan Alat Pelindung Diri (ADP) dan desinfektan untuk lebih mengefektifkan tugas yang diemban oleh Tim Kesehatan, BPBD dan Crisis Center Kota Bogor serta terima kasih atas keperdulian para Pimpinan Jasa Usaha di Kota Bogor yang mematuhi instruksi untuk pembatasan jam operasional," bebernya.

Alma juga memaparkan, harapan bersama agar keadaan Luar Biasa (KLB) akibat Covid-19 di Kota Bogor yang ditetapkan mulai 20 Maret 2020 sampai tanggal 29 Mei 2020 dimaksudkan agar dapat memutus mata rantai wabah penyakit ini melalui pembatasan kegiatan berkumpul, mengurangi pusat kerumunan dan lebih banyak tinggal di rumah. (Rizki Mauludi)

 

"Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa mengabulkan doa kita dan melindungi kita semua. Demikian disampaikan, untuk menjadi perhatian dan Terima kasih," pungkasnya.