Salut! Petani di Garut Panen Raya Padi dan Jagung di Tengah Pandemi Corona

Salut! Petani di Garut Panen Raya Padi dan Jagung di Tengah Pandemi Corona
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut- Meluasnya kasus pandemi Covid-19 tak memengaruhi hasil produksi pangan khususnya komoditi padi dan jagung di Kabupaten Garut.

Para petani di berbagai daerah pun tetap bersemangat melakukan panen padi maupun jagung. Terlebih saat ini justeru memasuki puncak panen raya kedua komoditas pangan tersebut.

Tak heran bila kemudian Pemkab Garut memastikan ketersediaan pangan khususnya komoditi padi dan jagung di Kabupaten Garut tetap aman selama berlangsung masa darurat nasional terkait pandemi Covid-19 yang diperpanjang hingga 29 Mei 2020 itu.

"Insya Alloh ! Ketersediaan pangan di Garut akan aman sampai saat Idul Fitri. Produksi beras dan jagung di Kabupaten Garut selama pandemi Covid-19 aman terkendali," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Beni Yoga Guna Santika didampingi Kepala Seksi Serelia Bidang Tanaman Pangan Endang Junaedi Senin (30/3/2020).

Menurut Beni, produksi padi di Kabupaten Garut sejak Januari hingga Maret 2020 saja sudah mencapai sebanyak 103.055 ton gabah kering giling (GKG), setara 64.656 ton beras, dari akumulasi lahan sawah seluas 20.207 hektare. Sehingga dengan jumlah penduduk Garut sebanyak 2.600.000 jiwa dan asumsi konsumsi beras penduduk Garut rata-rata mencapai 106 kilogram (kg)/kapita/tahun maka ketersediaan pangan pokok, khususnya beras, dipastikan aman.

"Hasil panen beras di Garut ini bukan hanya mengamankan kebutuhan internal Garut melainkan bahkan bisa menyuplai daerah lain," ujar Beni.

Demikian juga dengan produksi jagung dipastikan aman. Kendati pada awal masa tanamnya sempat merebak serangan hama ulat grayak. Namun dengan gerakan besar digalang jajaran Dinas Pertanian, persoalan tersebut segera dapat teratasi sehingga tak begitu memengaruhi hasil produksi ditargetkan.  

Beni menuturkan, produksi jagung berupa pipilan kering pada Maret 2020 saja mencapai sebanyak 128.275 ton dari lahan tanaman jagung seluas 18.325 hektare tersebar di 41 kecamatan. Belum ditambahkan produksi pada April 2020 yang diperkirakan mencapai sebanyak 37.191 ton dari lahan seluas 5.313 hektare tersebar di 31 kecamatan.

"Dengan jumlah penduduk Garut sebanyak 2.600.000 jiwa dan asumsi beras penduduk Garut rata-rata mencapai 23 kg per kapita per tahun maka dipastikan ketersediaan pangan komoditas jagung aman," yakin Beni.

Ditambahkan, selama masa darurat Covid-19, penunjang keamanan produksi padi dan jagung semisal ketersediaan pupuk juga dipastikan terjaga.

"Alhamdulillah! Keamanan produksi dan ketersediaan pangan ini juga tak lepas dari peran serta Kostra Tani (Komando Strategi Pembangunan Pertanian) terutama kalangan penyuluh, serta UPT, dan BPPT yang terus melakukan pengawalan dan pembinaan di lapangan," kata Beni.(zainulmukhtar)