2020, Pemkab Bogor Lanjutkan Bangun Jalan Alternatif Puncak

2020, Pemkab Bogor Lanjutkan Bangun Jalan Alternatif Puncak
Pemkab Bogor akan melanjutkan pembangunan jalur alternatif Puncak
INILAH, Bogor - Untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Puncak , Pemkab Bogor akan melanjutkan pembangunan jalur alternatif baik itu di bagian utara maupun selatan.
 
Saat ini, melalui bantuan keuangan desa (Bankeudes), Pemkab Bogor sudah menganggarkan Rp 6 miliar untuk membangun jalur alternatif bagian utara, tepatnya Kecamatan Megamendung dengan ruas panjang 7 Km.
 
"Karena Angaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tahun ini sudah berjalan maka pada tahun 2020 mendatang kami akan melanjutkan pembangunan jalur alternatif baik itu di wilayah utara maupun selatan," ucap Bupati Bogor Ade Yasin usai melaksanakan program rebo keliling (Boling) di Cisarua, Rabu (16/1).
 
Ketua DPW PPP Jawa Barat ini menambahkan selain pembangunan jalan alternatif bagian utara dan selatan, Pemkab Bogor dibantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun Rest Area PKL Puncak.
 
"Salah satu sumber kemacetan adalah keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) hingga dalam waktu dekat kami akan membangun Rest Area PKL Puncak di area Gunung Mas atau PT Perkebunan Nusantara VIII," tambahnya.
 
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan dirinya sudah memetakan titik-titik kemacetan lalu lintas Puncak I. Dia mendapatkan ide untuk solusi dari permasalahan tersebut.
 
"Selain di bagian utara yang pembangunan jalan alternatifnya sudah dimulai, kami juga mulai melakukan perawatan dan pelebaran jalan di Desa Sukamahi, Megamendung. Kami melakukan pembangunan jalur alternatif ini secara bertahap karena keterbatas anggaran," kata Iwan.
 
Untuk pembangunan jalan alternatif jalur utara, politisi Partai Gerindra ini menuturkan Pemkab Bogor akan menyediakan anggaran untuk prmbebasan lahan selain anggaran untuk membangun jalannya.
 
"Pembangunan jalan alternatif jalur utara ini akan dilanjutkan hingga Desa Cilember, Cisarua dan karebmna jalurnya sangat sempit, Pemkab Bogor akan menyediakan anggaran untuk pembebasan lahannya," tuturnya.
 
Camat Cisarua Bayu Rahmawanto menjelaskan khusus pembangunan jalan alternatif jalur selatan di wilayahnya, jajarannya akan melibatkan perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Cisarua.
 
"Dengan metode Corporate Social Responsibility (CSR), kami akan mencoba kemungkinan keterlibatan perusahaan-perusahaan seperti Taman Safari Indonesia (TSI) maupun PT Perkebunan Nusantara VIII dalam membangun jalan alternatif jalur selatan," jelas Bayu. 

Loading...