MUI Jabar Sayangkan Aksi Warga Bogor Tolak Jenazah Korban Corona

MUI Jabar Sayangkan Aksi Warga Bogor Tolak Jenazah Korban Corona

INILAH, Bandung - Warga Kampung Jati, Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor dikabarkan menolak pemakaman korban virus corona atau Covid-19, Senin (30/3/2020). Mereka berdalih takut tertulari virus dari jenazah.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Rafani Achyar menyayangkan hal tersebut. Menurutnya, tata cara pemakaman jenazah korban virus corona atau Covid-19 sudah tercantum pasa fatwa MUI nomor 17 dan 18 tahun 2020.

"Semestinya kalau korban sudah meninggal dunia apalagi sudah diurus jenazahnya ya baik oleh pihak rumah sakit atau petugas khusus apalagi kalau pengurusan jenazahnya sudah memenuhi fatwa MUI," ucap Rafani saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (31/3/2020).

Lebih lanjut, Rafani menjelaskan, penolakan warga tersebut tidaklah dibenarkan dalam Islam. Pasalnya, apa yang dilakukan warga akan menyakiti hati keluarga korban virus corona atau Covid-19.

"Tidak harus ada penolakan karena bagaimanapun kalau ini ada penolakan ini hanya menimbulkan perasaan yang sangat tidak enak bagi keluarga, itu satu," ujar Rafani.

Selain itu, aksi warga tersebut, dinilai dapat memperuncing permasalah yang sedang terjadi di Indonesia saat ini. Seyogyanya, lanjut Rafani, masyarakat tidak menimbulkan keresahan baru atas wabah virus corona yang sedang terjadi dengan penolakan tersebut.

"Yang kedua itu hanya akan memperuncing kegaduhan sosial di tengah kita seharusnya bersama-sama bergotong royong karena yang harus menangani COVID-19 bukan hanya pemerintah atau petugas tapi semua masyarakat," tegas Rafani.

"Jadi kalau ada masyarakat yang menolak dengan alasan takut terpapar ya itu berlebihan bahkan itu mencerminkan seperti tidak mau bersama-sama menghadapi, ini kan kita harus menunjukkan gotong royong kita kebersamaan kita," sambung Rafani.

Lebih lanjut, Rafani menambahkan, MUI Jabar telah berkoordinasi dengan tenaga kesehatan atau ahli medis. Hasilnya, korban virus corona atau Covid-19 yang telah dinyatakan meninggal dunia, harus segera dikuburkan. "Saya sudah tanya ke ahli kesehatan juga, ke para orang-orang yang dianggap tau, kalau sudah dikubur ya sudah. Malah kalau terlambat dikubur, kemungkinan untuk menularkan kembali itu terbuka sekali," pungkas Rafani. (Ridwan Abdul Malik)