Terdampak Covid-19, PKC Jamin Ketersediaan Pupuk Musim Tanam

Terdampak Covid-19, PKC Jamin Ketersediaan Pupuk Musim Tanam

INILAH, Purwakarta – Wabah virus corona (Covid-19), sedang merancah dunia. Saat ini, kepanikan pun terjadi di semua lapisan masyarakat. Bahkan, keberadaan virus ini telah memukul semua sektor. Pariwisata dan dunia industri, turut menjadi korban keganasan virus tersebut.

General Manager SDM, PT Pupuk Kujang Cikampek, Bambang Wiyono menuturkan, kehadiran virus corona ini memang cukup mengganggu aktivitas di lingkungan perusahaannya. Salah satu dampak yang paling terasa, yaitu tingkat kehadiran karyawan di perusahaan jadi tak maksimal.

Hal itu, seiring dengan dikeluarkannya kebijakan dari pusat, lalu diperkuat lagi dengan keluarnya kebijakan dari provinsi dan kabupaten, mengenai work from home (WFH). Dalam hal ini, pihaknya sepakat dengan kebijakan tersebut. Mata rantai penyebaran virus ini memang harus diputus. Salah satu caranya, dengan social distancing dan tetap tinggal di rumah.

“Kami akui, kebijakan WFH ini tidak 100 persen diimplementasikan. Termasuk di Pupuk Kujang, karena sistem kerja karyawannya diatur. Ada yang tetap masuk kerja seperti hari normal. Seperti, bagian produksi dan pemasaran. Ada juga yang bekerjanya di rumah,” ujar Bambang, Selasa (31/3/2020).

Terpenting, lanjut Bambang, jangan sampai ada karyawan Pupuk Kujang yang terpapar Covid-19 ini. Sebab, satu orang karyawan terpapar, dampaknya bagi perusahaan akan sangat luar biasa. Untuk itu, pihaknya meminta kepada karyawan, untuk bisa melindungi dirinya sendiri, keluarga, teman sejawat serta perusahaan.

Bambang mengakui, dalam situasi seperti sekarang ini PT Pupuk Kujang dituntut untuk tetap menjamin produksi dan distribusi pupuk secara lancar dan tepat. Makanya, saat ini pabrik Kujang 1A dan Kujang 1B tetap produksi seperti biasanya. Hal itu, guna mencukupi kebutuhan petani akan pupuk.

“Sampai saat ini, stok pupuk sangat mencukupi. Bahkan, surplus. Stok urea  untuk Jawa Barat Banten dan sebagian Jawa tengah mencapai 160.200 ton atau 1.385 persen dari ketentuan,” jelas dia.

Kemudian, lanjut dia, untuk NPK stoknya mencapai 25.705 ton atau 604 persen dari ketentuan. Sedangkan  pupuk  organik  stoknya  mencapai  9.670 ton atau 312 persen dari ketentuan. Ketersediaan stok pupuk yang cukup banyak ini, guna memersiapkan musim tanam. Adapun musim tanamnya, diperkirakan akan berlangsung pada bulan April hingga September mendatang.

Sementara  itu, pencapaian realisasi penyerapan pupuk urea bersubsidi di Jawa Barat, Banten dan sebagian Jawa Tengah, sampai  dengan  26 Maret 2020 kemarin mencapai  184.435 ton. Atau, jumlah itu setara dengan 36 persen dibandingkan alokasi Dinas Pertanian sebanyak  515.664 ton.

Bambang mengakui, pihaknya aktif memonitor penyaluran pupuk bersubsidi ini. Supaya, pupuk tersebut bisa sampai ke petani dengan prinsip, tepat tempat, tepat harga, tepat jumlah, tepat mutu, tepat jenis dan tepat waktu.

"Kami juga, mengimbau kepada para distributor dan pemilik kios, untuk tetap waspada terhadap penyebaran virus corona. Jaga kondisi kesehatan dan ikuti anjuran pemerintah dalam hal pencegahan Covid-19 ini,” pungkasnya. (Asep Mulyana)