Kumpulkan Donasi, Paguyuban Pasundan Siapkan Seribu APD

Kumpulkan Donasi, Paguyuban Pasundan Siapkan Seribu APD

INILAH, Bandung - Pengurus Besar Paguyuban Pasundan menggalang dana bagi korban terdampak Covid-19 di Jawa Barat. Penggalangan ini sudah berlangsung selama satu minggu ke belakang.

Koordinator Lapangan (Korlap) Satgas Pencegahan Covid-19 Paguyuban Pasundan, Aan Saprani mengatakan penggalan ini untuk membeli 1000 alat pelindung diri (APD) yang disebarkan kepada rumah sakit di luar cluster Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di Kota Bandung. Selain itu, masker yang saat ini sedang diupayakan dan 500 paket sembako berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng dan kecap untuk masyarakat ekonomi rendah.

“Dalam waktu seminggu penggalangan kami berhasil mengumpulkan sebesar Rp 148.000.000 dari Keluarga PB Paguyuban Pasundan tidak hanya dari Kota Bandung tapi juga Jawa Barat, bahkan Surabaya,di mana hal ini merupakan wujud kontribusi sukarela anggota PB Paguyuban Pasundan,” ujar Aan, Selasa (31/3/2020).

Aan menambahkan bantuan dari Dompet Kemanusiaan Paguyuban Pasundan ini pun kini masih dalam proses di mana 1000 APD telah dipesan dan baru akan datang minggu depan, yang nantinya diprioritaskan di alat bantu Rumah Sakit sekitar Kota Bandung.

“Untuk masker ke depan kami akan sebarluaskan ke beberapa kota dan kabupaten seperti Bekasi, Depok, Karawang dan Bogor, di mana jumlahnya sebanyak 1000 dus yang akan kami distribusikan,” tambahnya.

Di samping itu, Satgas Pencegahan penyebaran pandemik COVID-19 Paguyuban Pasundan juga terus aktif melakukan pemantauan atau monitoring dan juga menerbitkan buku tentang  Pedoman Hidup Sehat sebagai sebanyak 3000 buah yang disebarkan ke seluruh sekolah dan perguruan tinggi dibawah naugan YPDM dan YPT Pasundan di Jawa Barat dan Banten dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid 19.

“Untuk saat ini untuk di lingkungan Paguyuban Pasundan  belum ada yang positif COVID-19 namun tentu akan terus kami pantau,” ulasnya.

Pihaknya pun berharap bahwa wabah COVID-19 akan segera berlalu agar kegiatan masyarakat dapat berjalan normal sehingga ekonomi akan membaik seperti sedia kala, begitupun dengan dunia pendidikan, karena di saat ini khususya sekolah swasta tidak dapat memungut SPP maupun uang perkuliahan karena kondisi ekonomi yang sedang terhambat.

“Untuk penggalangan dana ini akan terus kami buka hingga wabah berakhir dan penggalangan dana ini juga terbuka tidak hanya dari PB Pasundan tapi juga masyarakat lainnya. Mudah-mudahan wabah COVID- 19 segara tuntas,” pungkas Aan. (okky adiana)