Ade Yasin Minta Masyarakat Bentuk RW Siaga Corona

Ade Yasin Minta Masyarakat Bentuk RW Siaga Corona
Ade Yasin Minta Masyarakat Bentuk RW Siaga Corona

INILAH, Bogor,- Bupati Bogor Ade Yasin menghimbau masyarakat Bumi Tegar Beriman untuk membentuk Rukun Warga (RW) Siaga Corona dan karantina wilayahnya secara parsial.

Hal itu sekaligus menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan melalui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dalam rangka upaya pencegahan penyeberan Virus Corona (Covid-19), seluruh kabupaten/kota khususnya di Jawa Barat agar melaksanakan pembatasan sosial skala besar.

"Implementasi dari intruksi Presiden Joko Widodo dalam upaya pengelolaan area danpencegahan penyebaran Covid-19, maka masyarakat kami himbau membentuk RW Siaga Corona dan menerapkan karantina wilayah parsial,"  himbau Ade Yasin kepada wartawan, Selasa (31/3/2020).

Wanita berusia 51 tahun ini menerangkan penerapan karantina wilayah parsial terutama dilakukan  di wilayah yang ada  kasus penyebaran wabah virus Corona (covid 19). "Sejauh ini kecamatan yang masuk dalam zona merah adalah Bojonggede, Gunung Putri, Babakan Madang, Cibinong, Cileungsi dan Parungpanjangl, wilayah tersebut masuk zona merah karena ada warganya yang terpapar wabah virus corona," terangnya.

Kepada para Camat, Lurah ataupun Kepala Desa, Ade mengharapkan dalaam pembentukan Kampung atau RW Siaga Corona dengan mengikuti ketentuan seperti melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya. "Saya harapkan pembentukan Satgas Corona tingkat RW, melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kader PKK, Pengurus LPM dan seluruh potensi masyarakat yang ada," harap Ade.

Setelah dibentuk RW Siaga Corona, maka para relawan ini  bisa melakukan sosialisasi, edukasi  dan pembatasan pergerakan keluar masuk warga, termasuk memonitor tamu dan orang-orang yang tidak berkepentingan berada di wilayah masing-masing. "Para relawan Siaga Corona dapat memasang spanduk Kampung atau RW Siaga Corona dan menggiatkan kembali sistem keamanan keliling (Siskamling) lalu juga  memberlakukan Pshycal Distancing atau menjaga jarak minimal satu meter dalam melaksanakan kegiatan," tuturnya.

Para relawan Siaga Corona dimenta juga melaksanakan pemetaan dan pendataan masyarakat yang masuk kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan melakukan pengawasan bekerja sama dengan tim survailan.

"RW Siaga Corona dibantu pemerintah desa atau kekurahan juga harus menyiapkan langkah pengamanan ketersediaan bahan pokok, bahan bakar dan air minum bagi warga dengan mengkalkulasi seluruh resiko dan solusi apabila diterapkan pembatasan dalam jangka waktu tertentu, lalu memberdayakan seluruh potensi masyarakat untuk menerapkan prinsip gotong royong, solidaritas antar warga, peduli sesama, peduli tetangga dan tolong menolong," jelas Ade.

Kepada seluruh elemen masyarakat Ade pun melarang kegiatan sosial dan keagamaan yang menimbulkan kerumunan sehingga berdampak terhadap resiko penularan Covid-19.

"Dalam kesempatan ini saya menyampaikan agar instruksi Presiden seperti melakukan aktivitas belajar, bekerja dan beribadah dari rumah masing-masing itu dilaksanakan dan jika ada warga yang merasakan gejala Covid-19 dimana suhu diatas 38 derajat celcius, batuk, flu dan sesak nafas bisa segera berkoordinasi dengan petugas puskesmas dan Sisca (Satgas Siaga Corona) mengikuti ketentuan yang berlaku, dengan alur laporan dan tindak-lanjut sebagai berikut swperti berkoordinasi dengan puskesmas, lapor ke Tim SISCA Kecamatan, Satgas Kecamatan dan Yim Sisca Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk tindakan selanjutnya," lanjutnya. (Reza Zurifwan)